Breaking News:

Meski Vaksin Tidak Membatalkan Puasa, MUI Sarankan Melakukan Vaksinasi Pada Malam Hari

Pemberian vaksin selama bulan ramadhan tetap dijalankan, tetapi MUI menyarankan untuk dilakukan setelah berbuka puasa ketiga tubuh bugar kembali.

Piroschka van de Wouw / ANP / AFP
Seorang dokter umum memberikan dosis vaksin AstraZeneca Covid-19 kepada pasien selama kampanye vaksinasi Covid-19 di Ede, Belanda, pada 20 Maret 2021. Beberapa negara Eropa melanjutkan vaksinasi AstraZeneca pada 19 Maret 2021 setelah semua jelas dari regulator UE dan WHO, termasuk Prancis yang sedang mempersiapkan sepertiga dari populasinya untuk memasuki penguncian parsial baru. 

TRIBUNHEALTH.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa vaksinasi di bulan ramadhan.

Dilansir dari Tribunnews.com, fatwa tersebut disebutkan bahwa vaksinasi di bulan ramadhan tidak membatalkan puasa.

Meskipun begitu, MUI menyarakan untuk melakukan vaksinasi selama bulan ramadhan pada malam hari setelah buka puasa.

Hal tersebut dilakukan atas pertimbangan kondisi keamanan dan kesehatan pasien yang akan di vaksin.

Baca juga: Soal Vaksinasi Di Bulan Ramadhan, MUI: Tidak Membatalkan Puasa

Baca juga: Mengenal Anafilaktik setelah Vaksin Covid-19

Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta.
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh pada Rabu (17/3/2021).

"Pelaksanan tetap bisa dilakukan pada siang hari, sepanjang kondisi orang yang akan di vaksin saat ramadhan tetap dalam kondisi aman dan tidak memberikan efek membahayakan," ungkap Asrorun.

Dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (17/3/2021) meski begitu MUI tetap merekomendasikan vaksinasi tetap dilakukan setelah berbuka puasa atau pada malam hari agar peserta vaksinasi bisa kembali bugar.

Baca juga: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Resmi Mendapatkan Izin dari BPOM dan MUI

Baca juga: Waspada Munculnya Varian Baru COVID-19 E484K Terdeteksi di Indonesia

"Vaksinasi bisa dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa saat kondisi fisik yang akan di vaksin kembali bugar setelah berbuka."

Diketahui komisi fatwa MUI, menggelar rapat pleno membahas pelaksanaan vaksinasi covid-19 selama bulan ramadhan, pada Selasa (16/3/2021).

Rapat pleno tersebut, menghasilkan fatwa penetapan MUI tentang hukum vaksinasi Covid-19 saat berpuasa.

Baca juga: Benarkah Mouthwash Bisa Bantu Hindari Covid-19? Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Baca juga: Masyarakat Ragu Cek Kesehatan ke RS karena Covid-19, Ini Saran Dokter

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(TribunHealth.com/Irma Rahmasari)

Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved