TRIBUNHEALTH.COM - dr Tan Shot Yen menjelaskan mengenai makan dan olahraga.
Hal itu ia sampaikan ketika menanggapi pemirsa YouTube Tribunnews yang menanyakan soal mana yang harus didahulukan, makan atau olahraga?
"Bagaimana caranya anda mau masak kalau anda tidak punya gas?"
"Bagaimana mobil anda dipaksa bergerak kalau belum isi bensin," kata dr Tan dalam program Malam Minggu Sehat tersebut.
Kamudian dr Tan mulai membahas lipolisis, yang merupakan proses penguraian lemak.
"Bagaimana lemak bisa terbakar, termetabolisme, kalau tidak ada bahan bakunya yang membuat anda melakukan metabolisme itu?" tandas dr Tan.
Menurut dr Tan, hal itu hanya bisa terjadi ketika sudah ada asupan dari makanan.
Baca juga: Sudah Rajin Berolahraga tapi Kadar Kolesterol Tetap Tinggi, Dokter Jelaskan Penyebabnya
Baca juga: Tak Cukup dengan Mengatur Pola Makan, Mengatasi Perut Buncit Harus Diimbangi dengan Olahraga

Dalam hal ini dr Tan menekankan pentingnya untuk makan terlebih dahulu.
Pasalnya makanan itulah yang akan memberikan energi selama proses olahraga.
"Saya mengatakan tolong kalau anda mau olahraga biasakan makan dulu."
"Karena sekali lagi, Ferrari tidak bisa lari sebelum isi bensin," ilustrasinya.
"Anda butuh energi untuk memetabolisme," tandas dr Tan Shot Yen.
Baca juga: Bahaya, Perempuan yang Gemuk di Bagian Pinggang Bisa Indikasikan Penyakit Ini
Baca juga: Berhenti Rokok Bikin Tubuh Jadi Gemuk? Simak Penjelasan Ahli Berikut Ini

Kendati demikian, olahraga tidak bisa langsung dilakukan setelah makan.
Tubuh perlu jeda beberapa waktu dulu sebelum mulai beraktivitas.
"Makan dulu, sudah kenyang nih? Istirahat sebentar. 30-40 menit, baru anda olahraga."
"Yang pasti kalau anda olahraga sebelum makan, maka risikonya akan bertambah banget," tandasnya.
Baca artikel lain seputar kesehatan di sini.
(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)