TRIBUNHEALTH.COM - Kopi menjadi salah satu minuman favorit sejuta umat. Bahkan, ngopi di pagi hari menjadi rutinitas yang nggak boleh terlewat oleh kebanyakan orang. Secangkir kopi hitam di awal pagi dinilai dapat memacu semangat. Aroma dan rasanya yang kuat dapat membantu menyegarkan pikiran, sehingga siap menghadapi aktivitas sepanjang hari.
Minum kopi dengan takaran sekitar dua kalori per cangkir berukuran delapan ons, menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Kopi mengandung antioksidan, di mana sangat dibutuhkan oleh tubuh karena dapat mencegah atau menunda beberapa jenis kerusakan pada sel-sel di dalam tubuh.
Menukil dari laman Health, antioksidan dalam kopi telah dikaitkan dengan perlindungan kesehatan. Asam klorogenat, polifenol yang banyak terdapat dalam kopi, telah terbukti mengurangi peradangan. Asam klorogenat juga dapat berperan penting dalam perlindungan terhadap penyakit kronis, termasuk obesitas.
Konsumsi kopi juga dinilai dapat melindungi tubuh terhadap kanker tertentu, termasuk kanker payudara, kolorektal, endometrium, dan prostat, penyakit jantung, dan penyakit Parkinson. Mengonsumsi kafein juga dikaitkan dengan pencegahan penurunan kognitif dan pengurangan risiko stroke. Dalam hal kesehatan otak, kopi berkafein meningkatkan kewaspadaan dan juga dapat meningkatkan daya ingat hingga 24 jam setelah dikonsumsi.
Meski menawarkan banyak manfaat kesehatan, tak dipungkiri kopi juga memiliki efek samping yang membahayakan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kafein yang terkandung di dalam kopi dapat menyebabkan efek samping seperti gelisah, pusing, sakit kepala, detak jantung cepat, dan bahkan kecemasan.
Baca juga: Kopi vs Matcha, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tubuh? Simak Penjelasan Berikut
The U.S. Food and Drug Administration merekomendasikan sekitar 400 miligram kafein setiap hari. Jumlah ini setara dengan sekitar empat atau lima cangkir kopi (atau kurang jika kamu berencana untuk mengonsumsi minuman berkafein lainnya).
Terlepas dari manfaat dan bahaya minum kopi, ternyata ada jenis makanan tertentu yang ‘haram hukumnya’ jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Sebab, kopi dapat memengaruhi penyerapan beberapa nutrisi, yang dapat mengurangi atau meningkatkan efek beberapa makanan.
Berikut lima jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan kopi.
- Buah Jeruk
Kopi secara alami bersifat asam sehingga mengonsumsinya dengan buah jeruk apapun dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan termasuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD). GERD sering ditandai dengan gejala-gejala yang tidak nyaman seperti mual, kembung, dan nyeri ulu hati.
Mengonsumsi kopi dan buah jeruk secara bersamaan dapat mengiritasi lapisan lambung dan memperparah gejala-gejala tersebut. Rasa asam dari buah jeruk juga dapat mengubah rasa kopi dengan membuatnya pahit dan kurang nikmat.
2. Daging Merah
Sebuah penelitian dalam Jurnal Nutrisi Klinis, seperti dikutip dari laman PubMD, menunjukkan bahwa minum kopi dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dalam usus, terutama zat besi. Secangkir kopi mengurangi penyerapan zat besi dari makanan hamburger hingga 39 persen dibandingkan dengan penurunan 64 persen dengan teh, yang dikenal sebagai penghambat kuat penyerapan zat besi.
Daging merah merupakan salah satu sumber zat besi heme terbaik, yang berarti minum kopi bersama steak dapat mengurangi manfaat kesehatannya. Zat besi memainkan beberapa peran penting dalam tubuh, termasuk mendukung sirkulasi darah, produksi hormon, dan fungsi kekebalan tubuh.
Anemia defisiensi zat besi merupakan salah satu masalah gizi yang paling tersebar luas di dunia, menyoroti pentingnya makanan kaya zat besi.
3. Susu
Meskipun susu itu sehat, sebuah penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan susu dan kopi dapat menghambat penyerapan kalsium. Dengan kata lain, kafein dalam kopi dapat menurunkan penyerapan kalsium dari makanan.
Kalsium yang tidak diserap akan dibuang melalui urin. Kadar kalsium yang tinggi dalam urin dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal dan masalah kesehatan tulang.
4. Makanan yang Digoreng
Penelitian yang diunggah dalam jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Disease menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kopi dapat menyebabkan peningkatan risiko dislipidemia, yaitu kadar lemak abnormal dalam aliran darah.
Minum tiga cangkir kopi atau lebih sehari dapat meningkatkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL), yang berdampak negatif pada kesehatan jantung. Hal ini juga dapat menurunkan kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL), yang mendukung kesehatan jantung.
Karena mengonsumsi makanan yang digoreng secara sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, mereka yang rutin mengonsumsi minuman kopi mungkin perlu membatasi asupan makanan yang digoreng untuk menjaga kesehatan jantung.
Walaupun kebutuhan gizi bervariasi antara setiap individu, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi gorengan empat kali atau lebih per minggu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kronis.
Baca juga: 7 Efek Samping Mengonsumsi Kopi Secara Berlebihan, Waspada Gangguan Kecemasan hingga Penuaan Dini
5. Sereal yang Difortifikasi
Banyak sereal sarapan yang diperkaya dengan vitamin dan mineral esensial. Misalnya, sereal sarapan, yang sering diperkaya dengan seng , merupakan sumber mineral penting yang penting bagi banyak makanan.
Namun, kopi dapat mengganggu ketersediaan hayati zinc. Meskipun tidak ada penelitian terkini yang menguraikan hubungan antara asupan kopi dan penyerapan nutrisi dari sereal sarapan yang difortifikasi, mungkin yang terbaik adalah memisahkan keduanya.