Breaking News:

Apakah Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil yang Sedikit Meningkatkan Risiko Kelahiran Prematur?

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes pertambahan berat badan ibu yang normal di atas 12 kg.

medan.tribunnews.com
ilustrasi pertambahan berat ibu hamil, begini penjelasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes 

TRIBUNHEALTH.COM – Ada sejumlah faktor yang dikaitkan dengan terjadinya kelahiran prematur.

Contohnya seperti riwayat kelahiran prematur, berat badan yang kurang, obesitas, diabetes, hipertensi, merokok, infeksi, usia ibu, genetika, kehamilan multi janin, jarak kehamilan yang terlalu berdekatan, gangguan plasenta, dan KPD prematur.

Untuk membahas seputar kandungan, kita bisa bertanya langsung dengan dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes yang merupakan seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan).

dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes lahir di Surakarta, 08 Januari 1986.

Sejak lahir dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes tinggal di Surakarta, tepatnya di Jalan Brigjend Slamet Riyadi.

dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes memulai pendidikan S1 Kedokteran di UNS pada tahun 2004-2010.

Satu tahun berikutnya, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes melanjutkan S2 Magister Kesehatan di kampus yang sama hingga tahun 2015.

Baca juga: Gusi yang Terlanjur Rusak Tidak Bisa Pulih Sendiri, Dokter Ungkap Berbagai Solusi untuk Mengatasinya

ilustrasi ibu hamil, begini pemaparan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes
ilustrasi ibu hamil, begini pemaparan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes (freepik.com)

Baca juga: Dampak Menyikat Gigi Terlalu Keras, Tak Hanya Sebabkan Gusi Luka Namun juga Mengikis Lapisan Enamel

Di tahun yang sama, yaitu tahun 2011-2016 dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes juga menempuh Program Spesialis Obstetri dan Ginekologi.

Kemudian pada tahun 2020 hingga sekarang, rupanya dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes juga sedang menghimpun ilmu di program Doktor, Fakultas Kedokteran UNS.

Pasalnya sejak tahun 2016, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes berkerja di berbagai rumah sakit, antara lain:

2 dari 4 halaman

1. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Simo (2016-2017)

2. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Moewardi (2017-2020)

3. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSU Hidayah Boyolali (2016-sekarang)

4. Dosen Non PNS FK UNS (2016-2019)

5. Dosen PNS FK UNS (2019-sekarang)

6. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS UNS (2019-sekarang)

7. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Indosehat Karanganyar (2020-sekarang)

Meskipun sangat sibuk, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes juga menyempatkan waktu untuk melakukan beragam pengabdian masyarakat atau kegiatan sosial.

Adapun pengabdian masyarakat atau kegiatan sosial yang pernah dilakukan sejak tahun 2017 antara lain:

1. MOW (Manajemen Operatif Wanita) di RS Indosehat (2021)

3 dari 4 halaman

2. Pemeriksaan IVA test di RS UNS (2020)

3. Mengisi radio di Ria FM Surakarta (2019)

Baca juga: Terjadinya Infeksi di Dalam Rongga Mulut Bisa Meluas hingga ke Jaringan Pendukung Sekitar Gigi

Profil dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes
Profil dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes (Dokumentasi Pribadi dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes)

Baca juga: Meskipun Kerusakan Gigi Masih Kecil dan Tak Timbulkan Gejala, Idealnya Harus Segera Dilakukan Terapi

4. Mengisi radio di RRI Surakarta (2019)

5. Pemeriksaan IVA test di RSUD dr. Moewardi (2017)

6. Pemeriksaan ibu hamil dan USG gratis saat Dies Natalis UNS (2017)

Tidak banyak orang tahu jika ternyata sejak tahun 2019-2020, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes menjadi koordinator Pendidikan Dokter Muda Obstetri dan Ginekologi di RS dr. Moewardi.

Pada tahun 2020 hingga saat ini, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes juga menjadi koordinator Pendidikan Dokter Muda Obstetri dan Ginekologi di RS UNS.

Pada tahun yang sama, yaitu 2020-sekarang dr. Hafi diamanahi menjadi gugus Kurikulum Dokter Muda FK UNS.

dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes akan menjawab segala pertanyaan sobat sehat terkait kesehatan kandungan.

Pertanyaan:

4 dari 4 halaman

Benarkah apabila pertambahan berat ibu hamil yang sedikit bisa meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, dok?

Desinta, tinggal di Kediri.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes menjawab:

Iya, jadi memang kalau namanya dikatakan pertumbuhan janin terhambat itu kalau memang dia tidak memenuhi ke arah kurva untuk pertumbuhan.

Jadi di bawah kurang dari 10 persen dari kurva pertumbuhan itu bisa dikatakan pertumbuhan janin ke arah terhambat atau bisa juga kecil masa kehamilan.

Jadi masa kehamilan itu bayinya sehat, tetapi aktif.

Baca juga: Ada 4 Tingkatan Ereksi, Tingkatan Normal adalah yang Keras Seperti Mentimun

Tetapi kalau pertumbuhan janin terhambat itu mungkin tidak sesuai dengan kurvanya, jadi kurang dari 10 persen.

Hal ini memang bisa dideteksi sejak masa kehamilan dan memang kondisi ini bisa dilihat dari pertambahan berat badannya, kemudian pertambahan berat badan janin maupun pertambahan berat badan ibunnya.

ilustrasi risiko kelahiran prematur, begini pemaparan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes
ilustrasi risiko kelahiran prematur, begini pemaparan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Hafi Nurinasari, Sp.OG., M.Kes (kompas.com)

Baca juga: Ejakulasi Dini Tidak Hanya Dialami oleh Pria Dewasa, Namun Juga Dialami oleh Pria Usia Lanjut

Jadi pertambahan berat badan ibu yang normal itu kalau di atas 12 kg, kalau mungkin naiknya baru 3 atau 4 kg maka harus ada tanda tanya ini mengapa.

Apakah ada masalah pada bayinya atau memang ada penyakit pada ibunya yang harus segera dicari penyebab atau faktor-faktor risiko.

Selain itu juga arahnya kenaikan berat badan yang tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu signifikan kemudian juga mungkin dilihat dari pemeriksaan USG-nya.

Apabila tidak memenuhi kurva pertumbuhan maka sudah harus dicurigai.

Gerakan janin aktif atau tidak juga harus dilihat dari pemeriksaannya.

Baca juga: Apakah Kelahiran Prematur Bisa Menyebabkan Anak Mengalami Stunting? dr. Hafi Nurinasari Menjawab

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved