Breaking News:

Penderita Pneumonia yang Dirawat di Rumah, Butuh Waktu Berapa Lama untuk Sembuh?

Pneumonia ialah infeksi pada paru akibat jamur, bakteri, virus ataupun parasit. Tidak semua penderita pneumonia dirawat di rumah sakit.

freepik.com
ilustrasi pasien pneumonia yang dirawat di rumah 

TRIBUNHEALTH.COM - Pneumonia ialah gangguan pernafasan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit ataupun jamur.

Penularan pneumonia berasal dari droplet yang masuk ke dalam tubuh.

Pneumonia dibagi menjadi dua, yakni pneumonia ringan, pneumonia sedang, berat sampai harus dirawat. 

Pasien pneumonia yang tergolong ringan bisa dirawat di rumah.

Seseorang dengan pneumonia ringan yang dirawat di rumah, membutuhkan waktu berapa lama untuk bisa sembuh?

ilustrasi pasien pneumonia yang dirawat di rumah
ilustrasi pasien pneumonia yang dirawat di rumah (freepik.com)

Baca juga: dr. Andreas Infianto Sp.P Beberkan Kondisi Pasien Pneumonia yang Harus Dirawat

dr. Andreas menjelaskan, pasien pneumonia yang dirawat di rumah akan dianjurkan untuk istirahat dan diberikan antibiotik 7 sampai 10 hari sesuai dengan panduan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Pasien akan diberikan obat antibiotik dengan spektrum luas.

Spektrum luas artinya bisa mengatasi bakteri gram negatif dan gram positif, apa pun jenis bakterinya bisa dicover.

Yang paling sering adalah golongan sefalosporin, diberikan selama 7 sampai 10 hari.

Kemudian pada hari ke 7 atau ke 10 pasien akan kontrol kembali ke dokter untuk evaluasi.

Baca juga: Benarkah Paru-paru Penderita Pneumonia Tidak Bisa Menularkan Oksigen dan Karbondioksida?

2 dari 2 halaman

Evaluasi yang dilakukan bisa dengan rontgent thorax ulang atau dengan pemeriksaan darah.

Pasien yang dirawat di rumah sakit penanganannya sedikit berbeda.

Ketika dokter memberikan obat antibiotik di hari pertama, maka pada 3 hari berikutnya dokter akan mengevaluasi apakah antibiotik kurang, harus ditambah atau harus diganti.

Pneumonia adalah penyakit menular dan penularan pneumonia melalui batuk.

Jika batuk tentunya harus menerapkan etika batuk, menggunakan masker dan ditutup menggunakan siku tangan.

 Tak hanya itu saja, yang perlu diperhatikan ialah jangan membuang dahak atau lendir yang dikeluarkan disembarang tempat.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung News Video bersama dengan dr. Andreas Infianto MM Sp.P (K), FISR. Seorang dokter spesialis paru di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved