Breaking News:

Kenali Tanda Bekas Skabies dari dr. As Zuhruf Rudhuwan

Infeksi pada kulit ini bisa meninggalkan bekas yang akan membuat penderita merasa tidak nyaman.

Pixabay.com
Ilustrasi alami keluhan infeksi kulit skabies 

TRIBUNHEALTH.COM - Skabies adalah masalah kulit yang bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali anak-anak.

Infeksi pada kulit ini bisa meninggalkan bekas yang akan membuat penderita merasa tidak nyaman.

Biasanya bekas dari skabies diidentifikasikan seperti:

Baca juga: Skabies Bisa Sangat Parah bila Terjadi pada Penderita HIV dan Diabetes

- Berwarna kehitaman

- Lebih putih dari area kulit sekitarnya

Ini terjadi akibat terlalu banyak diberi salep selama pengobatan

Ilustrasi penggunaan salep untuk mengatasi keluhan skabies
Ilustrasi penggunaan salep untuk mengatasi keluhan skabies (lifestyle.kompas.com)

- dan kulit akan bergaris-garis

Kondisi ini dampak kulit terlalu sering digaruk.

Baca juga: Fungsi Vital Kulit adalah Sebagai Regulasi Suhu Sekaligus Sebagai Proteksi, Begini Ulasan Dokter

Bila tanda skabies sudah begitu banyak terjadi pada kulit, maka akan membuat penderita merasa demam.

Lantaran tubuh biasanya sudah mengalami infeksi lainnya.

2 dari 4 halaman

Inkubasi Skabies

Infeksi pada kulit ini sangat banyak ditemui di kalangan masyarakat.

Tak hanya menyerang satu area tubuh saja, biasanya skabies juga bisa menjangkit pada seluruh tubuh.

Alami skabies
Alami skabies (WIKIMEDIA COMMONS)

Lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat seluruh tubuh bisa terkena skabies, cukup lama.

Waktu yang dibutuhkan (masa inkubasi) sekitar 2 sampai 6 minggu.

Tetapi dalam kondisi tertentu, masa penularan bisa dengan hitungan hari saja. Seperti 4 hari.

Baca juga: Tak Hanya Kulit Wajah, Nyatanya Kulit Tubuh juga Harus Diperhatikan Kesehatannya

Selanjutnya setelah gejala timbul, maka pengobatan diberikan tergantung dengan daya tahan tubuh penderita.

"Jadi nggak bisa ditarget seminggu atau berapa lama, karena bisa berbulan-bulan," ungkap Zuhruf.

Dialami Penderita HIV

Skabies atau infeksi kulit yang disebabkan oleh kutu bisa menyerang berbagai area tubuh.

Ilustrasi test penyakit hiv
Ilustrasi test penyakit hiv (kompas.com)
3 dari 4 halaman

Kondisi ini bisa sangat parah terjadi jika dialami oleh penderita HIV serta seseorang yang memiliki penyakit sistemik, seperti diabetes.

Biasanya tanda yang akan muncul sangat banyak pada area seluruh badan, utamanya pada sela-sela jari tangan kaki dan area kelamin.

Zuhruf menerangkan, tanda ini biasanya akan muncul sisik yang begitu banyak pada kulit.

Baca juga: Tidak Percaya Diri dengan Kulit Kusam dan Tidak Sehat? dr. Amelica Bagikan Tips untuk Mengatasinya

Dalam bahasa medis dinamakan dengan Skabies norwegian.

Penyakit infeksi kulit ini sangat bersifat menular alias infeksius.

Gejala Infeksi Kutu

Seseorang yang terkena infeksi kutu ini, akan merasakan sejumlah gejala. Antara lain:

- Timbul bintik kecil disertai nanah

Ilustrasi alami infeksi kutu
Ilustrasi alami infeksi kutu (Healthmag via TribunSumsel)

- Timbul bercak merah

- Gatal terutama pada malam hari

4 dari 4 halaman

Zuhruf menyebut, gejala di atas jika sudah terkena pada salah satu orang, maka akan mudah menularkan pada orang lain yang tinggal bersama.

Baca juga: Tanda-tanda Kulit Tidak Sehat, Kulit Terlihat Kusam hingga Muncul Kerutan, Simak Ulasan dr. Amelica

Disebutkan olehnya, bahwa penyakit ini bisa menyerang pada seluruh area badan.

Namun ada tempat-tempat tertentu yang sering ditempati oleh kutu tersebut.

Seperti:

- Sela jari tangan

- Sela jari kaki

Ilustrasi tangan dan kaki yang mengalami infeksi
Ilustrasi tangan dan kaki yang mengalami infeksi (freepik.com)

- Pergelangan tangan

- dan area genital.

Area genital bila sudah terinfeksi kutu akan sulit disembuhkan.

Baca juga: Jenis Insektisida yang Dianjurkan untuk Basmi Kutu Rambut, Simak Penuturan dr. Arieffah, Sp. KK

"Pengalaman beberapa pasien yang pernah mengalami infeksi kutu, lama sembuhnya," kata Zuhruf.

Dibanding area tubuh lainnya, bagian genital menjadi tempat terberat jika sudah terkena infeksi kutu.

Penjelasan dr. As Zuhruf Rudhuwan ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved