Breaking News:

Mengetahui Jenis hingga Penyebab Sariawan yang Kerap Menimbulkan Rasa Nyeri dan Tak Nyaman

Menurut drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya sariawan, salah satunya adalah infeksi virus hingga trauma.

Pixabay.com
Ilustrasi jenis hingga penyebab sariawan, begini penjelasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D 

TRIBUNHEALTH.COM - Rongga mulut adalah salah satu bagian terpenting yang harus dijaga kesehatannya.

Rongga mulut merupakan sarang segala macam bakteri, virus, dan jamur.

Kebersihan rongga mulut yang buruk akan menyebabkan munculnya masalah atau gangguan di dalam rongga mulut.

Menurut drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D gangguan yang sering dikeluhkan adalah terjadinya sariawan.

Apabila di dalam jaringan rongga mulut kehilangan lapisan epitelium akan mengakibatkan perlukaan yang berbentuk cekung seperti kawah.

Baca juga: Penggunaan Behel Hanya untuk Tujuan Gaya-gayaan Saja Bisa Menimbulkan Dampak Reaksi Alergi

ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, begini pemaparan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, begini pemaparan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (kompasiana.com)

Baca juga: Perlunya Memanajemen Waktu untuk Mengendalikan Mood atau Suasana Hati, Begini Kata Psikolog

Pasalnya adanya sariawan sering kali menyebabkan nyeri hingga sensasi tidak nyaman ketika makan atau berbicara.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Jenis-jenis lesi

Adapun jenis lesi atau perlukaan lain di dalam rongga mulut yaitu fissure, erosion dan sariawan.

Berdasarkan penuturan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D jenis lainnya bisa berbentuk bulat yang berupa pembengkakan, vesikula yakni pembengkakan berisi cairan dan seterusnya.

2 dari 3 halaman

Sariawan biasanya ditutupi lapisan putih kekuningan.

Hal ini berdasarkan pada tingkat kedalaman hilangnya epitelium.

Bagi masyarakat penyebutan sariawan biasanya diartikan sebagai segala sesuatu yang berasal dari rongga mulut di mana bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa sakit, rasa panas, hingga rasa nyeri yang tidak berasal dari gigi.

Kondisi tersebut oleh masyarakat dikenal sebagai sariawan, akan tetapi menurut dokter gigi secara spesifik sariawan hanya pada luka yang bentuknya cekungan.

Baca juga: Ketahui Kondisi yang Bisa Terjadi jika Kita Tidak Menjaga Kesehatan Lidah dengan Baik

ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, begini penuturan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, begini penuturan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (sajiansedap.grid.id)

Baca juga: Kualitas Tidur yang Buruk Bisa Memengaruhi Suasana Hati, Akibatnya Seseorang Cenderung Uring-uringan

Penyebab sariawan

Berdasarkan keterangan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D sariawan banyak sekali penyebabnya.

Ada kondisi sariawan yang disebabkan oleh infeksi virus hingga trauma.

Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D menerangkan jika terdapat beberapa jenis sariawan yang sudah diketahui penyebabnya dan ada pula yang belum diketahui penyebabnya seperti yang terjadi pada penyakit recurrent aphthous stomatitis.

Dimana recurrent aphthous stomatitis bentuknya ulcer dan berulang namun dokter gigi belum mengetahui penyebab pasti terjadinya ulcer tersebut.

Ada sebagian ahli yang mengaitkan dengan faktor hormonal terutama terjadi pada perempuan dan biasanya terjadi sesaat sebelum menstruasi atau setelah menstruasi.

3 dari 3 halaman

Jadi faktor hormonal dianggap berperan dalam dugaan terjadinya penyakit ini.

Sariawan sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya karena memiliki sifat self-limiting.

Baca juga: Dokter Tegaskan jika Daya Tahan Tampilan setelah Bedah Plastik Tergantung dari Kebiasaan Pasien

ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, begini ulasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan, begini ulasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D (pixabay.com)

Baca juga: Faktor Penyakit pada Lidah Bisa Lokal Maupun Sistemik, Simak Penjelasan Dokter Berikut

Namun obat-obatan bisa diberikan sesuai dengan tingkat keparahan lesi.

Pada kasus yang ringan jenis obat yang bisa diberikan berupa salep yang berfungsi sebagai topical coating agent yang melindungi lesi dari gesekan dalam rongga mulut saat berfungsi dan melindungi agar tidak berkontak langsung dengan makanan asam atau pedas.

Baca juga: Tetap Waspada, Radang Usus Buntu Bisa Dialami oleh Semua Usia, Begini Penjelasan Selengkapnya

Penjelasan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 19 Februari 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved