Breaking News:

Konsumsi Coklat Hitam dan Kopi Dalam Jumlah Tepat Ternyata Bagus untuk Kesehatan Jantung

Berikut ini 7 makanan yang baik untuk jantung, termasuk coklat hitam hingga kopi

Pexels
Ilustrasi coklat hitam 

TRIBUNHEALTH.COM - Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga jantung tetap sehat dan bebas penyakit.

Melakukan pemeriksaan tahunan, berolahraga setiap hari, berhenti merokok, atau mengambil langkah-langkah untuk mengurangi tingkat stres, semuanya dapat berkontribusi positif pada kesehatan jantung.

Tapi, salah satu perubahan gaya hidup paling sederhana yang akan bermanfaat bagi jantung adalah memperhatikan apa yang Anda makan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa makan makanan tinggi lemak, kolesterol, atau natrium bisa sangat buruk bagi jantung.

Jadi, ketika mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko penyakit jantung, diet adalah tempat yang baik untuk memulai.

Dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today (MNT), berikut ini sederet makanan yang bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung, termasuk cokelat hingga kopi.

1. Asparagus

Asparagus, sayuran sumber protein
Asparagus, sayuran sumber protein (Pexels)

Asparagus adalah sumber alami folat, yang membantu mencegah pembentukan asam amino yang disebut homosistein di dalam tubuh.

Tingkat homocysteine ​​​​yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kondisi terkait jantung, seperti penyakit arteri koroner dan stroke.

Baca juga: Konsumsi Kacang-kacangan dalam Jumlah Tepat Bisa Bantu Turunkan Kadar Kolesterol

2. Kacang, kacang polong, buncis, dan lentil

2 dari 4 halaman

Kacang, kacang polong, buncis, dan lentil dapat secara signifikan mengurangi kadar lipoprotein densitas rendah (LDL) atau "kolesterol jahat."

Mereka juga dikemas dengan serat, protein, dan polifenol antioksidan, yang semuanya memiliki efek menguntungkan pada jantung dan kesehatan umum.

ilustrasi kacang-kacangan dan biji-bijian
ilustrasi kacang-kacangan dan biji-bijian (jakarta.tribunnews.com)

3. Berry

Buah beri juga penuh dengan polifenol antioksidan, yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Buah beri adalah sumber serat, folat, zat besi, kalsium, vitamin A, dan vitamin C yang baik, serta rendah lemak.

Baca juga: Konsumsi Bluberi Baik untuk Kesehatan Otak, Dapat Turunkan Risiko Terkena Demensia

4. Brokoli

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan brokoli kukus secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyakit jantung.

5. Biji chia dan biji rami

Biji ini adalah sumber nabati yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti asam alfa-linolenat.

Omega-3 memiliki banyak efek menguntungkan, seperti membantu menurunkan kadar trigliserida, LDL, dan kolesterol total.

3 dari 4 halaman

Mereka juga mengurangi tekanan darah dan meminimalkan penumpukan plak lemak di arteri.

Omega-3 menurunkan risiko gangguan yang dapat menyebabkan serangan jantung, seperti trombosis dan aritmia.

Ilustrasi dark coklat atau coklat hitam
Ilustrasi dark coklat atau coklat hitam (Pexels)

6. Cokelat hitam

Cokelat hitam adalah contoh langka dari makanan yang rasanya luar biasa dan baik dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Para ilmuwan sekarang percaya bahwa cokelat hitam memiliki manfaat perlindungan terhadap aterosklerosis, yaitu ketika plak menumpuk di dalam arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Cokelat hitam tampaknya mencegah dua mekanisme yang terlibat dalam aterosklerosis: kekakuan arteri dan adhesi sel darah putih, yaitu ketika sel darah putih menempel pada dinding pembuluh darah.

Terlebih lagi, penelitian telah menemukan bahwa peningkatan kandungan flavanol cokelat hitam tidak mengurangi manfaat perlindungan ini.

Flavanol merupakan senyawa yang membuatnya enak dan lebih gurih.

Baca juga: Tak Hanya Kopi, Ahli Gizi Sebut Coklat juga Bisa Sebabkan Sulit Tidur

7. Kopi

Ilustrasi - terlalu banyak konsumsi kafein dalam kopi
Ilustrasi - terlalu banyak konsumsi kafein dalam kopi (Pexels)

Satu studi baru-baru ini menemukan bahwa minum kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko gagal jantung dan stroke.

4 dari 4 halaman

Namun, penting untuk diingat bahwa penelitian ini hanya dapat mengamati hubungan antar faktor, dan tidak dapat secara meyakinkan mengidentifikasi sebab dan akibat.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved