Breaking News:

Kerap Dikonsumsi untuk Atasi Insomnia, Apakah Melatonin Aman Digunakan dalam Jangka Panjang?

Berikut ini pandangan ahli mengenai efek jangka panjang melatonin untuk mengatasi insomnia

Pexels
Konsumsi melatonin untuk membuat tidur 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu orang tertidur lebih cepat dan tetap tidur lebih lama.

Presiden Dewan Direktur American Academy of Sleep Medicine dan profesor kedokteran di David Geffen School of Medicine di UCLA, Jennifer Martin mengungkap fakta baru.

Dia menyebut, sebuah uji klinis mendapati bahwa kelompok yang mengonsumsi melatonin hasilnya sama saja dengan kelompok plasebo, atau kelompok kontrol yang tak mengonsumsi obat tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan melatonin untuk mempercepat tidur mungkin sebagian bersifat psikologis, dilansir TribunHealth.com dari Channel News Asia (CNA) pada Minggu (18/9/2022).

Satu hal lagi yang perlu disorot adalah mengenai keamanan penggunaan suplemen ini, terlebih lagi dalam jangka panjang.

Baca juga: Bahaya Minum Air Putih sebelum Tidur, Berisiko Picu Masalah Jantung karena Sering Terbangun

Ilustrasi konsumsi obat melatonin untuk tidur
Ilustrasi konsumsi obat melatonin untuk tidur (Pixabay.com)

Di Amerika Serikat, melatonin tidak diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS seketat resep atau obat bebas.

Secara umum, para ahli menganggap melatonin aman untuk penggunaan jangka pendek.

Katakanlah, beberapa malam per minggu selama satu hingga empat minggu, kata Dr. Marri Horvat, spesialis gangguan tidur di Klinik Cleveland.

Kebanyakan orang tidak akan mengalami efek samping, katanya, meskipun beberapa orang mungkin mengalami perasaan grogi atau sedikit “mabuk” ketika mereka bangun.

Dia biasanya memberitahu pasien untuk pertama kali mencoba meminumnya sekali atau dua kali seminggu untuk melihat apakah itu membantu.

Baca juga: Fakta Unik: Tak Ada Orang yang Bisa Bersin saat Tidur, Berikut Alasan Ilmiahnya

ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan tidur
ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan tidur (kompas.com)

Pengetahuan ilmiah mengenai efek jangka panjang melatonin memang masih terbatas.

“Untuk hampir semua obat, baik itu resep atau over-the-counter, studi jangka panjang jarang dilakukan,” jelas Dr Gehrman.

Beberapa ulasan telah mencoba untuk mengukur efek samping jangka panjang dari melatonin, tetapi hanya menemukan sedikit data berharga dari penelitian-penelitian itu.

Mengambil suplemen selama bertahun-tahun kemungkinan menimbulkan risiko minimal untuk rata-rata orang, kata para ahli.

Tetapi perlu ditegaskan, masih tidak ada cukup bukti untuk mengatakan dengan pasti.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved