Breaking News:

6 Tanda Kekurangan Elektrolit saat Olahraga, Mulai dari Pusing, Mual, hingga Kejang-kejang

Dalam gejala ringan, hiponatremia dapat ditandai dengan pusing, mual, hingga perasaan lelah setelah olahraga

freepik.com
ilustrasi seseorang mengalami sakit kepala karena kekurangan elektrolit saat olahraga 

TRIBUNHEALTH.COM - Hiponatremia merupakan kondisi ketika seseorang kekurangan elektrolit.

Meski jarang terjadi, hal ini dapat memiliki konsekuensi serius dan terkadang mengancam jiwa, kata Sean Langan, direktur penelitian asosiasi di Institut Korey Stringer Universitas Connecticut.

"Hiponatremia adalah istilah yang bagus untuk natrium rendah. Ini relatif jarang, tetapi dapat menyebabkan kematian mendadak pada atlet," katanya kepada Insider.

Dalam gejala ringan, hiponatremia dapat ditandai dengan pusing, mual, hingga perasaan lelah setelah olahraga.

Contoh masalah elektrolit pada orang sehat adalah ketika atlet berolahraga untuk jangka waktu yang lama dengan intensitas rendah dan minum banyak air, tetapi tidak mengeluarkan keringat dengan cukup cepat, kata Langan.

Ketika itu terjadi, tubuh dapat menahan terlalu banyak cairan, mengencerkan kadar elektrolit natrium, kalium, dan klorida.

Biasanya, ginjal membantu membuang kelebihan air dengan membuat tubuh harus buang air kecil.

Tapi selama berolahraga, aliran darah dialihkan dari ginjal ke otot, dan terlalu banyak air bisa menjadi masalah.

"Idenya adalah Anda meminum cairan tanpa garam dan meminumnya lebih cepat daripada saat Anda buang air kecil atau mengeluarkan keringat. Anda mengencerkan darah Anda," katanya.

Penyebab potensial lain dari hiponatremia termasuk penggunaan alkohol yang berlebihan, obat-obatan tertentu seperti diuretik, penyakit yang mendasarinya, atau muntah atau diare yang terus-menerus, yang dapat mempersulit untuk mengisi kembali pasokan natrium tubuh, menurut Mayo Clinic.

Dilansir TribunHealth.com dari Insider, berikut ini sederet tanda kekurangan elektrolit.

ilustrasi seseorang yang mengalami sakit kepala
ilustrasi seseorang yang mengalami sakit kepala karena kekurangan elektrolit (grid.id)

Sakit kepala

Satu masalah dengan mengobati ketidakseimbangan elektrolit adalah bahwa gejala mungkin tidak muncul sejak dini.

Kalaupun bergejala, gejalanya bisa sangat mirip dengan penyakit terkait olahraga lainnya, termasuk stroke dan kelelahan, kata Langan.

“Penting untuk bisa membedakan keduanya agar bisa merawatnya dengan baik,” ujarnya.

Misalnya, sakit kepala adalah gejala umum yang dapat dengan mudah dikaitkan dengan kondisi lain.

Jadi penting untuk mengenali gejala kekurangan elektrolit lainnya.

Baca juga: 6 Penyebab Hidung Tersumbat Disertai Sakit Kepala, Tak Hanya karena Pilek dan Flu

Mual

Ilustrasi ibu hamil mengalami mual dan muntah sepanjang hari
Ilustrasi mual karena kekurangan elektrolit (bali.tribunnews.com)

Mual dan muntah juga dapat mengindikasikan ketidakseimbangan elektrolit, serta penyakit terkait olahraga lainnya, kata Langan.

Ini bisa berpotensi lebih serius karena muntah dan mual dapat membuat lebih sulit untuk menahan makanan atau minuman yang bisa memasok tubuh dengan elektrolit, yang berpotensi memperburuk masalah.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved