Breaking News:

dr. Arieffah, Sp.KK Jelaskan Proses Penyembuhan hingga Penanganan Cacar Monyet

Menurut dr. Arieffah, Sp.KK dalam proses penyembuhan cacar monyet hampir sama seperti penyakit cacar air biasa, begini penjelasannya.

Freepik
Ilustrasi monkeypox atau cacar monyet,, dr. Arieffah, Sp.KK jelaskan proses penyembuhannya 

TRIBUNHEALTH.COM - Cacar monyet atau monkeypox merupakan peyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus langka dari hewan (virus zoonosis).

Seseorang yang terinfeksi virus cacar monyet akan mulai menunjukkan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah paparan.

Periode ketika virus belum aktif memperbanyak diri di dalam tubuh ini dikenal dengan masa inkubasi.

Pasalnya masa inkubasi virus cacar monyet bisa berkisar antara 6-13 hari.

Akan tetapi bisa juga terjadi dalam rentang yang lebih panjang, yaitu 5-21 hari.

Baca juga: Depresi Maupun Gangguan Kecemasan Selama Pandemi Tergolong Kasus yang Ringan atau Berat?

Ilustrasi virus cacar monyet, begini penuturan dr. Arieffah, Sp.KK
Ilustrasi virus cacar monyet, begini penuturan dr. Arieffah, Sp.KK (Pixabay.com)

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 27 Agustus 2022.

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi: Angka Kecemasan dan Depresi Akan Semakin Meningkat selama Pandemi

Proses penyembuhan virus cacar monyet

Dalam proses penyembuhan cacar monyet hampir sama seperti penyakit cacar air biasa dimana akan sama-sama meninggalkan bekas keropeng.

"Dia akan sama seperti itu juga, meninggalkan bekas juga, biasanya bekasnya kan dari perubahan warna kulit aja sampai dengan bolong gitu ya," terang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK.

Penanganan virus cacar monyet

"Sebenarnya kalau pada zaman dahulu kala, kemarin-kemarin tahun-tahun yang lalu, belum ada kan cerita virus cacar monyet masuk Indonesia," sambung Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK.

Baca juga: dr. Marhaen Hardjo Jelaskan Teknologi dan Dosis Cell Punca yang Dibutuhkan dalam Sekali Tindakan

Ilustrasi cacar monyet, begini ulasan dr. Arieffah, Sp.KK
Ilustrasi cacar monyet, begini ulasan dr. Arieffah, Sp.KK (Pixabay.com)

Baca juga: Bagaimana Polusi Masuk ke Dalam Tubuh Hingga Akhirnya Mempengaruhi Kesehatan?

"Itu kita lebih santai sih. Jadi kalau ada orang kena cacar gitu, misalnya ada demam bisa ditunggu beberapa hari," timpalnya.

"Tapi kalau melihat kondisi sedang seperti ini dengan mata orang awam yang tidak bisa membedakan apakah ini cacar monyet ataukah cacar air sebaiknya memang segera memeriksakan diri," jelas Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK.

Dokter mengatakan jika kita harus menjaga orang-orang disekitar kita maupun lingkungan kita supaya jika dijumpai gejala seperti cacar monyet dan terkonfirmasi merupakan cacar monyet maka dapat dilokalisir.

Umunya pengobatan penyakit cacar monyet sama seperti virus lainnya.

Berdasarka penuturan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK obat utamanya adalah berasal dari daya tahan tubuh kita sendiri.

Obat-obatan lain yang diberikan hanya berupa terapi supportif.

Baca juga: Ketahui 4 Tipe Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) yang Ditandai Gejala Obsessive dan Compulsive

ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet, simak pemaparan dr. Arieffah, Sp.KK
ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet, simak pemaparan dr. Arieffah, Sp.KK (health.grid.id)

Baca juga: drg. Zaida Dahlia Sebut Pemeriksaan Gigi Rutin Bisa Dilakukan Mulai Usia Balita hingga Usia Lanjut

"Terapi supportif itu misalnya kalau demam ya dikasi obat demam. Kalau batuk ya dikasi obat batuk. Kalau nyeri ya dikasih obat nyeri," tutur Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK.

"Biasanya ada tambahan sih. Kita punya tambahan obat-obatan yang membooster sistem imun kita, gitu. Itu biasanya kita kasih," lanjutnya dalam tayangan Healthy Talk (27/08/2022).

Baca juga: drg. Ardiansyah S. Pawinru Imbau untuk Segera Lakukan Pengobatan Jika Posisi Rahang Tak Normal

Penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arieffah, Sp.KK dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 27 Agustus 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lainnya tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved