Breaking News:

Bagaimana Polusi Masuk ke Dalam Tubuh Hingga Akhirnya Mempengaruhi Kesehatan?

Tanpa disadari kehidupan sehari-hari kita berhubungan dengan polusi. Penyebab pertama dari polusi adalah asap kendaraan bermotor.

kompas.com
ilustrasi polusi udara 

TRIBUNHEALTH.COM - Berbicara mengenai polusi udara, tentu penyebabnya yang pertama adalah asap dari kenalpot kendaraan.

Penyebab kedua dari polusi udara adalah pembakaran batu bara.

Polusi dari pemakaran batu bara yang berada di wilayah sekitar bisa terbang sampai ratusan kilometer yang akhirnya bisa sampai ke wilayah lainnya.

Penyebab lainnya adalah pembakaran terbuka, misalnya pembakaran sampah.

Pembakaran sampah sebenarnya tidak hanya sampah dirumah saja, tetapi bisa saja sampah dari limbah usaha tentu mempengaruhi polusi udara.

Sumber polusi udara lainnya adalah dari sektor industri.

Arah angin ternyata juga bisa menyebabkan polusi udara.

ilustrasi polusi udara
ilustrasi polusi udara (kompas.com)

Baca juga: Polusi Mikroplastik Berbahaya Bagi Manusia, Bisa Picu Alergi hingga Kematian Sel

Banyak penyebab dari polusi udara, sehingga kita merasakan udara yang dihirup menjadi tidak sehat.

Polusi udara bisa mempengaruhi kesehatan terutama pada pernafasan dilihat terlebih dahulu bahwa polusi udara ada yang berbentuk gas dan berbentuk partikel.

Pada polusi berbentuk gas, terdapat gas CO, sulfur dioksida, ozon, dan NO2.

Sedangkan polusi berbentuk partikel atau Particullate matter yang kadang dikenal dengan pm 10, pm 2.5, dan pm 0.1 yang sesuai dengan ukurannya.

Bahan-bahan gas dan partikel ini yang masu ke dalam saluran pernapasan.

Jika gas dan partikelnya masih bersifat besar, maka akan mengiritasi saluran napas bagian atas.

Baca juga: Berbagai Gejala dan Penyebab Asma, Termasuk Alergi hingga Polusi Udara

Sehingga kita akan merasakan tidak nyaman, hidung dan tenggorokan perih, mudah terpancing batuk, bahkan mata mudah berair itulah akibat terjadinya iritasi pada saluran napas atas atau di selaput lendir.

Tubuh kita memiliki sistem penyaringa, dan partikel dari polusi memiliki ukuran yang bermacam-macam.

dr. Feni Fitriani menyampaikan, pm 2.5 masih bisa terus masuk ke dalam saluran napas, bronkus, bahkan sampai ke unit paru kita yang terkecil dan bernama alveolus.

Dari situlah partikel polusi bisa masuk ke seluruh sistem tubuh.

Perlu diketahui bahwa partikel polusi dengan ukuran pm 2.5 bisa masuk ke dalam otak, bahkan bisa masuk ke dalam kardiovaskular dan sistem pembuluh darah.

dr. Feni Fitriani mengatakan, untuk jangka panjang bisa menyebabkan penyakit-penyakit kronik seperti hipertensi, stroke, diabetes, dan lain sebagainya.

Baca juga: Penelitian Terbaru Sebut Polusi Udara Terkait dengan Obesitas pada Anak, Bisa Picu Asma

Sedangkan untuk penyakit akut yakni iritasi seperti ispa dan juga asma.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved