Breaking News:

Polusi Mikroplastik Berbahaya Bagi Manusia, Bisa Picu Alergi hingga Kematian Sel

Sebuah studi menemukan bukti bahwa tingkat mikroplastik yang dikonsumsi manusia sudah berbahaya

Pixabay
Ilustrasi mikroplastik berbahaya untuk kesehatan 

TRIBUNHEALTH.COM - Sebuah penelitian menunjukkan mikroplastik yang dikonsumsi manusia bisa menyebabkan kerusakan sel.

Kerusakan tersebut teramaati pada sel manusia yang berada di laboratorium.

Kerugian dari kerusakan tersebut termasuk ematian sel dan reaksi alergi, dilansir TribunHealth.com dari The Guardian, Rabu (8/12/2021).

Kendati demikian, dampak mikroplastik terhadap tubuh manusia belum pasti.

Pasalnya tak diketahui pasti berapa lama mikroplastik bertahan dalam tubuh sebelum akhirnya dikeluarkan.

Memang, mikroplastik menjadi isu yang cukup luas.

Polusi mikroplastik telah mencemari seluruh planet, dari puncak Gunung Everest hingga lautan terdalam.

Orang-orang sudah diketahui mengonsumsi partikel kecil tersebut melalui makanan dan air, serta menghirupnya melalui udara.

Baca juga: Amankah Penggunaan Bungkus Plastik untuk Makanan Panas? Begini Ulasan dr. Tan Shot Yen

Baca juga: Berbagai Gejala dan Penyebab Asma, Termasuk Alergi hingga Polusi Udara

Ilustrasi mikroplastik berbahaya untuk kesehatan
Ilustrasi mikroplastik berbahaya untuk kesehatan (Pixabay)

Penelitian ini menganalisis 17 penelitian sebelumnya yang melihat dampak toksikologi mikroplastik pada lini sel manusia.

Para ilmuwan membandingkan tingkat mikroplastik yang menyebabkan kerusakan sel dengan tingkat yang dikonsumsi manusia melalui air minum, makanan laut, dan garam yang terkontaminasi.

Mereka menemukan jenis kerusakan tertentu seperti kematian sel, respons alergi, dan kerusakan dinding sel, disebabkan oleh tingkat mikroplastik yang dicerna orang.

"Efek berbahaya pada sel dalam banyak kasus merupakan peristiwa awal untuk efek kesehatan," kata Evangelos Danopoulos, dari Hull York Medical School, Inggris, yang memimpin penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hazardous Materials tersebut.

“Kita patut prihatin. Saat ini, tidak ada cara untuk melindungi diri kita sendiri.”

Baca juga: dr. Vivi Indrayanti: Tuk Dapatkan Kulit Glowing, Hindari Polusi, Sinar Matahari Berlebih, dan Stres

Baca juga: Penelitian Terbaru Sebut Polusi Udara Terkait dengan Obesitas pada Anak, Bisa Picu Asma

Ilustrasi mikroplastik berbahaya untuk kesehatan
Ilustrasi mikroplastik berbahaya untuk kesehatan (Pixabay)

Penelitian di masa depan dapat memungkinkan untuk mengidentifikasi makanan yang paling terkontaminasi dan menghindarinya, katanya, tetapi solusi akhirnya adalah menghentikan hilangnya sampah plastik.

“Begitu plastik ada di lingkungan, kita tidak bisa benar-benar mengeluarkannya. ”

Penelitian tentang dampak kesehatan mikroplastik meningkat dengan cepat, Danopoulos mengatakan, “ini meledak dan untuk alasan yang bagus kita terpapar partikel ini setiap hari: kita memakannya, kita menghirupnya. Dan kita tidak benar-benar tahu bagaimana mereka bereaksi dengan tubuh kita begitu mereka masuk.”

Penelitian juga menunjukkan mikroplastik berbentuk tidak beraturan menyebabkan lebih banyak kematian sel daripada yang berbentuk bola.

Temuan ini penting untuk penelitian di masa depan karena banyak mikroplastik yang dibeli untuk digunakan dalam eksperimen laboratorium berbentuk bulat, dan oleh karena itu mungkin tidak mewakili partikel yang dicerna manusia.

Ilustrasi mikroplastik berbahaya untuk kesehatan
Ilustrasi mikroplastik berbahaya untuk kesehatan (Pixabay)

Baca juga: Studi Sebut Okra Bisa Turunkan Kadar Gula Darah, Bisa Dikonsumsi Penderita Diabetes

Baca juga: Studi Ilmiah Sebut Minum Kopi sebelum Sarapan Bisa Rusak Metabolisme Tubuh

"Pekerjaan ini membantu menginformasikan di mana penelitian harus mencari untuk menemukan efek dunia nyata," kata peneliti mikroplastik Steve Allen.

"Sangat menarik bahwa bentuk sangat penting untuk toksisitas, karena menegaskan apa yang diyakini oleh banyak peneliti polusi plastik akan terjadi - bahwa bola murni yang digunakan dalam eksperimen laboratorium mungkin tidak menunjukkan efek dunia nyata."

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved