Breaking News:

Cacar Monyet Belum Terdeteksi di Indonesia, Menkes Imbau Waspada, Bisa Menular setelah Gejala Timbul

Menkes Budi meminta masyarakat tetap waspada dan monkeypox baru bisa menular setelah ada gejala dari penderita.

FACE2FACE AFRICA
Ilustrasi cacar monyet atau monkeypox yang muncul di bagian kaki 

TRIBUNHEALTH - Virus cacar monyet (monkeypox) sampai saat ini tidak terdeteksi di Indonesia.

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tetap waspada dan monkeypox baru bisa menular setelah ada gejala dari penderita.

“Ini (monkeypox) baru menular jika gejalanya sudah terlihat,” ujar Budi, Rabu dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Baca juga: Dokter Tegaskan Vaksinasi Cacar Berikan Kekebalan Tubuh Sebanyak 85 persen terhadap Cacar Monyet

Tidak seperti COVID-19, penularan virus monkeypox melalui sentuhan fisik dengan penderita.

Virus ditularkan melalui cairan yang melepuh dari ruam atau bercak merah dari penderita.

Gejala awal dimulai dari demam dan merasa kurang sehat. Tapi baru diduga kuat sebagai penyakit monkeypox setelah ada bercak merah.

ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet
Ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet (kompas.com)

Bercak tersebut harus cepat diambil cairannya untuk pemeriksaan lab dan diagnosa. Biasanya penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 2 minggu sampai 4 minggu.

Di Indonesia kasus monkeypox tidak terdeteksi hingga saat ini.

Sebelumnya ada 9 orang suspek dan dinyatakan bukan monkeypox setelah pemeriksaan Lab.

Ada pula 2 orang kontak erat dari Singapura yang transit di Indonesia yang akan menuju Malaysia.

Baca juga: Waspada Cacar Monyet yang Ditularkan Melalui Kontak Erat dengan Hewan Primata

2 dari 2 halaman

“Jadi sampai sekarang Indonesia belum ada kasus monkeypox,” ucap Menkes Budi.

Dikatakan Menkes, antisipasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan adalah melalui surveilans yang bagus dan pemeriksaan Lab yang maksimal.

Tercatat sudah ada 1.100 Lab di Indonesia yang bisa digunakan untuk pemeriksaa monkeypox.

Ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet
Ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet (kompas.com)

Baca juga: Mengenal Penyakit Cacar Monyet yang Bisa Menular pada Manusia, Simak Gejala dan Penyebabnya

“Kita sudah datang kan 500 reagen dan kita tambah lagi dan sudah ada 1000,” kata menkes.

Terkait vaksinasi monkeypox, lanjut menkes, baru ada di Amerika dan Rusia.

Vaksinnya sama dengan vaksin cacar air. Cukup diberikan satu kali untuk seumur hidup.

Baca juga: Cara Bedakan Cacar Monyet dengan Cacar Air, Ini Penjelasan dr. Zahra Ayu Lukita Sari, Sp. KK

(TRIBUNHEALTH)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved