Breaking News:

Berikut Daftar Vaksin Covid-19 yang Dicap Halal oleh MUI

Ada beberapa vaksin yang memang sudah dinyatakan halal oleh MUI, simak dibawah ini

nasional.kompas.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNHEALTH - Penyediaan vaksin Covid-19 di Indonesia masih terus dilakukan.

Namun, hingga kini, belum banyak vaksin Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lantas, apa saja vaksin Covid-19 yang sudah dinyatakan halal oleh MUI?

Baca juga: Tak Hanya Melindungi Diri Sendiri, Melakukan Vaksinasi Covid-19 Juga Melindungi Orang Lain

Sejauh ini, MUI sudah melakukan uji sertifikasi halal pada beberapa produk vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia.

Namun, tidak semua vaksin Covid-19 yang telah diuji tersebut dinyatakan suci dan halal.

Ada beberapa vaksin yang memang sudah dinyatakan halal oleh MUI, dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi indonesiabaik.id, berikut diantaranya:

1. Vaksin Sinovac

Ilustrasi vaksin sinovac
Ilustrasi vaksin sinovac (Kompas.com)

Kehalalan vaksin Sinovac diputuskan dalam Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences, Co. Ltd China dan PT Biofarma, tertanggal 11 Januari 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi: Pandemi Melandai, Masyarakat Diimbau Segera Lakukan Vaksin Penguat

Melalui fatwa tersebut, MUI memutuskan ketiga merek vaksin dari Sinovac, yakni CoronaVac, Vaksin Covid-19, dan Vac2Bio hukumnya suci dan halal.

2. Vaksin Zifivax

Kehalalan vaksin Zifivax juga tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Anhui Zhifei Longcon Biopharmaceutical Co., Ltd

Ilustrasi vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Freepik.com)

3. Vaksin Merah Putih

Vaksin Covid-19 buatan PT Biotis Pharmaceuticals bersama dengan Universitas Airlangga (Unair) juga dinyatakan halal dan suci.

Baca juga: Telah Memasuki Uji Klinis, Vaksin Merah Putih Dipersiapkan Jadi Vaksin Donasi Internasional

Keputusan tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 8 Tahun 2022 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Biotis Pharmaceuticals Indonesia.

4. Vaksin AstraZeneca

Mengacu pada Fatwa Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin Covid-19 Produk Astrazeneca, penggunaannya dibolehkan lantaran kondisi yang mendesak.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547
Ilustrasi vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 (Tribunnews.com)

Sebagai informasi, dalam menetapkan kehalalan vaksin, MUI berdasarkan pada tiga hal, yaitu:

- Bahan baik (Bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong harus halal)

Baca juga: Sering Dianggap sebagai Penangkal Covid-19, Vaksinasi Bertujuan Mengurangi Gejala dan Angka Kematian

- Proses produksi halal harus dijamin tidak terkontaminasi dengan najis

- Adanya sistem dalam perusahan yang menjamin kehalalan mulai dari hulu sampai hilir.

(TRIBUNHEALTH)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved