Breaking News:

Potensi Penularan Covid-19 di Tengah Masyarakat Masih Ada, Sehingga Diimbau Hidup Bersih dan Sehat

Menurut Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D angka positivity rate mingguan nasional pada pekan terakhir adalah sebesar 0,33%.

health.grid.id
Ilustrasi kasus Covid-19 yang terkendali pasca libur panjang, Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D mengimbau untuk hidup bersih dan sehat 

TRIBUNHEALTH.COM - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D. mengatakan jika data menunjukkan adanya fluktuasi pada jumlah orang yang dilakukan tes pada 4 pekan terakhir dengan adanya sedikit kenaikan pada minggu kedua bulan Mei pasca periode mudik ditengah penyesuaian kebijakan yang diberlakukan pemerintah.

Ditengah kondisi testing yang cukup memadai, positivity rate atau jumlah kasus positif pada keseluruhan orang yang di tes pada level nasional konsisten menunjukkan penurunan.

Positivity rate mingguan nasional pada pekan terakhir adalah sebesar 0,33%.

Angka ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan angka mingguan terendah yang pernah dicapai pada bulan Desember 2021 silam yang bahkan sempat berada di bawah 0,1%.

Angka positivity rate ini menunjukkan bahwa potensi penularan di tengah masyarakat masih ada.

Baca juga: Dokter Anjurkan Selama MPASI Anak Diberi Beragam Jenis Makanan Sehingga Mengenal Variasi Makanan

Ilustrasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, menurut Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D
Ilustrasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, menurut Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D masih ada potensi penularan di tengah masyarakat (health.grid.id)

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 27 Mei 2022.

Baca juga: Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) Mengimbau Agar Sejak Awal Anak Diberi MPASI yang Bervariasi

Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap mempertahankan kebiasaan hidup yang bersih dan sehat.

Terbiasa hidup bersih dan sehat tidak hanya menghindarkan dari Covid-19, namun juga berbagai penyakit lain yang sudah ada sebelumnya maupun penyakit-penyakit yang belakangan ini merebak.

Tak kalah penting juga kesadaran tinggi untuk di tes pasca mengunjungi lokasi keramaian setelah berpergian jarak jauh serta apabila merasa bergejala.

Mayarakat diimbau untuk isolasi diri jika teridentifikasi positif.

Sementara itu, pemerintah senantiasa memastikan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam perhelatan yang melibatkan banyak peserta, salah satunya adalah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang saat ini tengah diselenggarakan di Bali dengan ribuan peserta luring (luar jaringan).

Baca juga: dr. Hafid Ernanda Imbau untuk Melakukan Pengulangan Penggunaan Sunscreen Setiap 3 Jam Sekali

Ilustrasi Covid-19 di Indonesia, Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D mengimbau untuk isolasi jika teridentifikasi positif
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia, Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D mengimbau untuk isolasi jika teridentifikasi positif (tribunnews.com)

Baca juga: Dalam Menghilangkan Double Chin, Disarankan untuk Melakukan Multi Treatment Agar Lebih Optimal

Selain protokol kesehatan yang ketat selama acara, panitia juga telah memastikan bahwa setiap partisipant yang ikut langsung dalam acara sudah dinyatakan negatif dari Covid-19.

Prof. Wiku Adisasmito, Ph. D memaparkan protokol kesehatan yang diterapkan pada acara ini beserta informasi mendetail lainnya.

Prof. Wiku Adisasmito, Ph. D juga mencoba merangkum hasil pemantauan implementasi GPDRR yang merupakan acara dari perserikatan bangsa-bangsa di Bali pada tanggal 23-28 Mei 2022.

Acara ini merupakan forum internasional untuk meninjau kemajuan berbagai pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan serta penanggulangan risiko bencana.

Diketahui bahwa total terdapat 3.365 delegasi dari 182 negara serta 3.756 panitia dari negara penyelenggara yang menjadi partisipant dalam rangkaian acara.

Ini dianggap menjadi hasil testimoni atas pembelajaran yang sangat baik bagi dunia dalam upaya mengendalikan kasus serta memulihkan kondisi sosisal ekonomi secara bersamaan.

Bahkan bagi Indonesia sendiri sebagai indikasi awal bahwa mulai mempercepat pergerakkan roda sosial dan ekonomi nasional.

Selain itu, jajaran perwakilan dunia mengapresiasi keberhasilan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk yang paling besar dan wilayah yang amat luas mampu mencapai cakupan vaksinasi hingga 96,07% untuk dosis pertama, 80,26% untuk dosis kedua dan 21,56% untuk dosis ketiga dari target populasi.

Baca juga: drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort(K) Sebut Jika Headgear Bisa Dilepas Pasang Tanpa ke Dokter Gigi

Ilustrasi perkembangan virus corona di Indonesia, begini penjelasan Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D
Ilustrasi perkembangan virus corona di Indonesia, begini penjelasan Prof. Wiku Adisasmito, Ph.D (Pixabay)

Baca juga: dr. Caryn Miranda Saptari Sebut Jika Benang Aptos adalah Benang Terbaik dengan Tarikan Sangat Kuat

Penjelasan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Prof. Wiku Adisasmito, Ph. D dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 27 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved