Breaking News:

Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Perawatan Laser, Ini Imbauan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Berikut ini simak penjelasan dokter spesialis kulit dan kelamin mengenai perawatan laser

kompas.com
Ilustrasi melakukan perawatan laser 

TRIBUNHEALTH.COM - Laser adalah salah satu tindakan perawatan yang biasa dilakukan di klinik kecantikan.

Tindakan laser umumnya dikerjakan untuk mengatasi masalah yang timbul pada kulit.

Salah satu jenis perawatan laser yang biasa dikerjakan ialah laser rejuvination dalam mengatasi tanda penuaan pada pasien berusia muda.

Baca juga: Bisakah Glaukoma Diatasi dengan Teknologi Laser? Begini Tanggapan dr. Dyana Theresia Watania, Sp.M

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Desidera Husadani menyebutkan terdapat masa Downtime pasca melakukan perawatan laser.

Namun hal ini hanya berlaku dalam mengatasi masalah penuaan dengan kasus yang berat.

Ilustrasi dilakukannya tindakan laser rejuvenation
Ilustrasi dilakukannya tindakan laser rejuvenation (grid.id)

"Untuk penuaan yang ringan saja itu tidak ada Downtime, tetapi kalau penuaan yang sudah berat mungkin kita lebih memilihnya untuk laser abratif."

"Jadi dibuat luka dulu wajahnya, baru ada downtimenya. Kurang lebih 7 hingga 10 hari," tutur Desidera dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Prosedur Laser Rejuvenation

Muncul tanda keriput pada wajah adalah salah satu tanda adanya penuaan.

Tidak dipungkiri bahwa penuaan adalah hal yang wajar terjadi pada setiap orang yang sudah beranjak tua.

Baca juga: Facial Tools Berfungsi Memperlancar Aliran Darah, Bukan Membentuk Wajah V-Shape

2 dari 4 halaman

Namun pada beberapa orang, tanda keriput sudah muncul saat usia muda.

Tentu hal ini cukup mengkhawatirkan dan bisa menyebabkan rasa percaya diri yang menurun.

Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan memberikan suatu krim obat.

Ilustrasi krim obat
Ilustrasi krim obat (Freepik.com)

Namun jika tanda keriput tak kunjung teratasi,  Desidera menganjurkan melakukan laser rejuvination.

Tindakan laser rejuvenation ini dilakukan menyesuaikan dengan kondisi kulit pasien saat pertama kali datang.

"Kalau misalnya tanda penuaanya masih ringan, mungkin hanya dengan 1 atau 2 kali laser dan pakai krim rutin maka hasil sudah bagus."

"Tetapi kalau tanda penuaannya sudah memberat, maka pemberian laser bisa berulang, seperti 5 atau 6 kali," jelas Desidera.

ilustrasi treatment laser
ilustrasi treatment laser (grid.id)

Tentunya sebelum menjalankan tindakan, pasien diwajibkan berkonsultasi terlebih dahulu untuk menyesuaikan waktu, biaya, dan jumlah tindakan yang akan dilakukan.

Lebih lanjut, meski telah melakukan laser rejuvination, bukan berarti bisa terbebas dari penggunaan skincare.

Skincare harus rutin digunakan setiap hari karena proses penuaan terus berjalan.

3 dari 4 halaman

Merawat Kulit Cegah Keriput Lebih Cepat

Lebih lanjut, Desidera menganjurkan melakukan perawatan sejak dini dengan memanfaatkan penggunaan produk skincare..

Dari rangkaian produk skincare, utamakan untuk menggunakan sunscreen.

Baca juga: Berikut Ini Tanda Kanker Kulit yang Bisa Muncul di Wajah, Praktisi Tekankan Pentingnya Tabir Surya

Penggunaan sunscreen dapat mencegah paparan sinar matahari dan radikal bebas yang menyebabkan penuaan.

Barulah langkah selanjutnya memilih pelembap kulit.

Pelembap bermanfaat menjaga kondisi kulit tetap lembap dan terhidrasi.

Ilustrasi - penggunaan tabir surya
Ilustrasi - penggunaan tabir surya (webMD)

Sehingga meminimalisir munculnya tanda-tanda penuaan.

Namun jika berbagai upaya diatas telah dijalani dan masih muncul tanda penuaan, bisa segera berkunjung ke dokter.

Dokter akan memberikan suatu perawatan yang sesuai.

Baca juga: Bagian Wajah Mana Saja yang Boleh Dilakukan Perawatan Tanam Benang? Begini Ulasan dr. Pratidona

Perawatan keriput ini memiiki beragam pilihan disesuaikan dengan skala keriput yang dialami.

4 dari 4 halaman

Jika masih pada skala awal, maka perawatannya cukup dengan obat oles, minum suplemen atau vitamain.

Namun jika sudah memasuki skala 2, bisa dicoba melakukan tindakan Botox, laser, atau peeling secara rutin.

Deteksi Lokasi Keriput

Salah satu tanda penuaan adalah timbulnya keriput pada wajah.

Letak keriput ini rupanya berbeda pada setiap orang.

Keadaan ini sangat tergantung dengan kebiasaan seseorang dalam berekspresi.

Ilustrasi seseorang mengalami keriput
Ilustrasi seseorang mengalami keriput (jakarta.tribunnews.com)

Desidera menyampaikan, jika sering mengerutkan dahi maka keriput juga akan sangat jelas muncul pada area tersebut.

Begitupula jika sering tertawa, maka keriput akan timbul pada area mata yang berbentuk seperti cakar burung.

Kondisi keriput yang muncul setelah berekspresi masuk kategori keriput skala 2.

Baca juga: Tak Hanya Muncul di Area Wajah Saja, Jerawat Juga Dapat Muncul di Area Berikut, Simak Penyebabnya

Tipe keriput ini bisa disebabkan karena massa otot yang menurun yang mengakibatkan lemak wajah ikut menurun.

"Semakin bertambahnya usia, massa otot menjadi menurun, lemak di wajah menurun."

"Itu bisa menyebabkan pada saat berekspresi kemudian timbul keriput," ungkap Desidera.

Munculnya keriput ini dipengaruhi oleh 2 faktor.

Sepasang lansia yang telah mengalami penuaan.
Sepasang lansia yang telah mengalami penuaan. (Freepik.com)

Yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.

Faktor intrinsik (dari dalam) disebut juga sebagai faktor alami.

Karena sesuai dengan berjalannya waktu.

Baca juga: dr. Pratidona Anasika Tegaskan untuk Tidak Menggunakan Lulur Tubuh pada Wajah, Bisa Sebabkan Iritasi

Kondisi ini juga bisa diperberat dengan pengaruh dari faktor luar.

Kulit keriput ini disebabkan karena seiring bertambahnya usia ketebalan kulit menjadi berkurang (tipis).

Serta turut dipengaruhi oleh kandungan air.

ilustrasi terjadinya penuaan
ilustrasi terjadinya penuaan (kompas.com)

"Produksi elastin, kolagen itu juga akan berkurang."

"Sehingga karena penurunan hal tersebut, keriput jadi timbul," jelasnya.

Selain itu, timbulnya keriput juga dipengaruhi oleh (faktor luar):

- Paparan sinar matahari (ultraviolet)

- Polusi

ilustrasi polusi udara
Ilustrasi polusi udara (freepik.com)

- Asap kendaraan

- Asap rokok

"Bila terus terpapar, maka bisa memberat dan menimbulkan keriput," jelas Desidera.

Baca juga: dr. Hermawan Setyanto Sebut Menghirup Asap Rokok Terus Menerus dapat Menimbulkan Masalah Kesehatan

Selain itu, keriput juga bisa dipengaruhi karena adanya faktor gravitasi.

Adanya faktor gravitasi dalam jangka panjang bisa menyebabkan wajah terlihat menurun (kendur).

Penjelasan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Desidera Husadani dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Kompas Tribun Lampung News Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved