Breaking News:

Demi Mudik Aman, Orangtua Harus Jadi Panutan untuk Anak dalam Terapkan Prokes

Gunakan semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam mengingatkan prokes dan melawan berbagai berita hoaks saat mudik dan kumpul keluarga

kompas.com
Ilustrasi protokol kesehatan yang diterapkan oleh orang tua kepada anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Setelah 2 tahun berturut-turut penduduk Indonesia tidak melaksanakan tradisi mudik menjelang hari raya Idul Fitri, maka sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa tahun ini masyarakat Indonesia diperbolehkan untuk melakukan tradisi mudik mengingat angka kasus COVID-19 cenderung rendah.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, diproyeksikan 85,5 juta penduduk Indonesia melakukan mudik dengan puncak arus mudik di tanggal 28-30 April 2022.

Para pemudik yang mayoritas memulai perjalanan dari Jabotabek sudah mulai memadati jalur timur, utara, dan barat untuk dapat merayakan hari Idul Fitri di kampung halaman.

Baca juga: Kemenkes Sebut Tidak Ada Perbedaan Gejala Khusus dari Covid Sub Varian XE, XD, dan XF

Untuk mendukung perjalanan mudik yang aman dan sehat, Satgas COVID-19 bidang Komunikasi Publik menyelenggarakan Dialog Keliling Ramadhan yang bertajuk Perilaku Adaptif Kunci Mudik Aman Mudik Sehat pada hari Sabtu 30 April 2022 bersama A.

Kasandra Putranto, Psikolog Klinis dan Dewi Sri Sumanah dari Save The Children Indonesia.

Ilustrasi mudik lebaran
Ilustrasi mudik lebaran (Freepik.com)

Dalam kesempatan tersebut, Psikolog Klinis A. Kasandra Putranto mengatakan bahwa protokol kesehatan harus tetap dijaga dan jangan lengah.

"Gunakan semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam mengingatkan prokes dan melawan berbagai berita hoaks saat mudik dan kumpul keluarga," Imbuhnya dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.co.id.

Baca juga: Anak-anak di Bawah Usia 18 Tahun Bisa Mudik Tanpa Tes Antigen, PCR, dan Vaksinasi Booster

Sementara itu, Dewi Sri Sumanah mengingatkan bahwa perilaku seorang anak akan sangat terpengaruh dari orangtuanya.

"Penting bagi orang tua agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anak."

"Apabila meminta anak untuk menggunakan masker, maka orangtua juga harus menggunakan masker," kata Dewi.

Ilustrasi penggunaan masker
Ilustrasi penggunaan masker (grid.id)

Beliau juga meminta agar para orangtua berkaca dari pengalaman tahun lalu, di saat varian Delta memakan banyak korban.

Dewi mengatakan, 1 dari 8 anak terpapar COVID-19, dan lebih dari 30.000 anak kehilangan orangtuanya karena COVID-19.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Sangat Berperan dalam Upaya Pengendalian Pandemi Covid-19

Ia tidak ingin kasus ini terulang kembali.

Kasandra berpesan agar masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.

"Selama 2 tahun pandemi ini, tentu kita sudah belajar banyak dan tinggal sedikit lagi kita pasti bisa lepas dari pandemi."

"Harus tetap mengedepankan prokes, menata emosi, dan jangan lengah di situasi mudik,” ujar Kasandra.

Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan
Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan (Freepik.com)

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Sub Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw mengatakan, pentingnya bagi masyarakat agar selalu mempersiapkan fisik dan mental, kendaraan, serta menahan diri dan menaati petugas lalu lintas selama perjalanan mudik.

Baca juga: Jangan Tunda Vaksinasi Booster, Antibodi Mulai Terbentuk 1 hingga 2 Minggu Pascavaksin

Kami percaya bahwa mudik aman mudik sehat hanya dapat terlaksana dengan baik apabila terjadi kerjasama yang berkesinambungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya masyarakat.

"Untuk itu, kami minta agar masyarakat dapat mematuhi aturan-aturan yang berlaku, dan khususnya selalu menjaga protokol kesehatan," tutup Troy.

Baca juga: Prof. Wiku Adisasmito Paparkan Tiga Indikator yang Perlu Diupayakan untuk Menekan Penularan Covid

(TRIBUNHEALTH)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved