Breaking News:

Vaksinasi Covid-19 Sangat Berperan dalam Upaya Pengendalian Pandemi Covid-19

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid regimen vaksin Covid-19 terdiri dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan Sinopharm

kompas.com
Ilustrasi jenis vaksin booster yang terkonfirmasi BPOM dan ITAGI, menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid kontribusi vaksin Covid-19 berperan dalam pengendalian pandemi 

TRIBUNHEALTH.COM - Diketahui jika kontribusi vaksinasi Covid-19 sangat berperan dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 sebagaimana kondisi pada saat Indonesia mengalami varian Delta dengan cakupan vaksinasi hanya 30% dari dosis pertama.

Hal ini sangat berbeda dengan situasi yang saat ini terjadi pada saat Indonesia mengalami varian Omicron dimana hampir 70% dari masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Tercatat jika vaksinasi dosis pertama sudah 95,53% tercapai.

Sementara pada dosis kedua tercatat 78,8% per tanggal 25 April 2022.

Pemerintah mentargetkan jika dosis kedua pada akhir bulan Mei 2022 mencapai 80%.

Selain itu, diharapkan vaksinasi dosis ketiga juga semakin meningkat mengingat jika saat ini kurang lebih sudah 17% masyarakat sudah mendapatkan perlindungan dengan melakukan vaksinasi dosis ketiga ini.

Baca juga: Melahirkan Bisa Sebabkan Rambut Rontok, Benarkah? Begini Penjelasan dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK

Ilustrasi vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid berharap vaksinasi ketiga semakin meningkat cakupannya
Ilustrasi vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid berharap vaksinasi ketiga semakin meningkat cakupannya (Freepik.com)

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Kementerian Kesehatan RI edisi 25 April 2022.

Baca juga: dr. Aritantri Damayanti, M.Sc, Sp.PD, K-GH Ungkap Penyebab Beberapa Gangguan Saluran Cerna Bawah

Pemerintah berharap dengan diberikan dosis ketiga dapat memberikan tambahan pertahanan antibodi untum masyarakat dalam merayakan ibadah dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2022.

"Kita sangat paham dan kita akan ingat apa yang sudah kita alami setiap kali adanya liburan panjang ataupun pasca perayaan agama terjadi peningkatan kasus," ucap Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Jika dilihat pada gelombang pertama varian Alpha Covid-19 terjadi pasca liburan natal dan tahun baru.

Sementara pada gelombang kedua yaitu varian Delta juga terjadi pasca liburan panjang dan pasca Idul Fitri Tahun 2021.

Tentunya pada varian Omicron yang baru saja dihadapi juga terjadi pasca liburan natal dan tahun baru.

Ini merupakan ujian kita bersama untuk bisa melewati mudik, khususnya pada perayaan Idul Fitri pada tahun 2022 dengan aman.

Pemerintah cukup optimis mengingat cakupan vaksinasi yang cukup tinggi dalam masyarakat.

Baca juga: Double Chin Membuat Orang Seolah-olah Memiliki Dagu Kedua, Begini Kata dr. Caryn Miranda Saptari

Ilustrasi vaksin Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebut cakupan vaksinasi cukup tinggi
Ilustrasi vaksin Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebut cakupan vaksinasi cukup tinggi (kompas.com)

Baca juga: Ketahui Beberapa Jenis Alopecia, dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK: Sikatrikal dan Non Sikatrikal

Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari sejumlah vaksin yang digunakan selama ini dalam program vaksinasi nasional.

Percepatan dan upaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin dengan menggunakan berbagai regimen vaksin juga merupakan upaya untuk mengurangi angka perawatan orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit maupun kematian.

"Kita ingat sekali apa yang pernah terjadi pada varian Delta dimana dengan level proteksi yang sangat rendah ancaman untuk rumah sakit dan kematian cukup tinggi," sambungnya.

6 regimen vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM yang mana memungkinkan masyarakat untuk segera bisa menyesuaikan berbagai kondisi kesehatannya dengan berbagai jenis vaksin yang tersedia.

Sejumlah regimen itu tentunya terdiri dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan Sinopharm.

Regimen vaksin yang digunakan di Indonesia diperoleh dengan berbagai macam skema.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved