TRIBUNHEALTH.COM - Tumbuhnya gigi pada bayi yang baru lahir, tentu saja masuk dalam ranah anomali.
Orangtua tidak perlu terlampau khawatir, karena kasus natal teeth hanya 1 dari 1000-3500 kelahiran.
Untuk kasus neo natal teeth hanya 1 dari sekitar 30.000 kelahiran, artinya sangat jarang.
Tetapi meskipun kondisi tersebut sangat jarang, tetap saja bisa dialami.
Pada beberapa kasus, dimana natal teeth atau neo natal teeth tersebut pada posisi goyah maka gigi bisa lepas sendiri.
drg. Anastasia menyampaikan bahwa, jika gigi terlepas sendiri tentu saja akan berbahaya apabila sampai tertelan oleh bayi dan memicu kejadian tersedak.

Baca juga: dr. Yuniar Pramulasari, Sp.OG: Hasil Pemeriksaaan Pap Smear Lebih Akurat dari Tes IVA
Jika kejadian tersebut sampai menghambat atau masuk kedalam pernafasan bayi bisa berimbas pada kejadian henti nafas.
Kejadian ini berbahaya ataupun tidak, yang terjadi sebetulnya adalah terkait komplikasi keberadaan dari natal maupun neo natal teeth tersebut.
natal teeth dan neo natal teeth bisa terjadi karena sebetulnya cikal gigi terbentuk kurang lebih pada minggu ke-4 dari ektoderm.
drg. Anastasia mengatakan bahwa natal teeth dan neo natal teeth tidak terjadi secara spesifik, tetapi para ahli menarik dari kejadian ini bahwa adanya gangguan sistem endokrin yaitu sistem kelenjar yang menghasilkan hormonal pada bayi.
Selain itu, pada kasus-kasus defisienty makanan tertentu meskipun bukan sesuatu yang spesifik.
natal teeth dan neo natal teeth bisa terjadi karena dipicu oleh Sifilis kongenital.
Baca juga: dr. Nurul Rahmawati Beberkan Relasi Benturan Tulang Belakang terhadap Dampak yang Dikeluhkan
Pada kasus yang umumnya terjadi adalah karena riwayat keluarga.
Beberapa sindrom juga dapat memicu kejadian natal teeth dan neo natal teeth, sindrom ini memiliki tanda-tanda yang bisa diketahui.
Kasus-kasus tersebut misalkan dalam sebuah keluarga memiliki kejadian Polidaktili (jari berlebih) pada kedua tangan.
Contoh kasus lain misalkan terkait gangguan pada kuku, gigi, rambut, termasuk yang mengalami kelainan jantung secara bawaan kemungkinan keturunannya akan mengalami kondisi ini.
drg. Anastasia menyampaikan bahwa pada seseorang yang memiliki gangguan intake dari sindrom-sindrom tersebut bisa memicu kejadian kelainan hidung berbentuk seperti paruh burung.
Baca juga: Kenali Bahaya yang Terjadi Akibat Benturan Belakang, Begini Penjelasan dr. Nurul Rahmawati
Pada kejadian sindrom dari intake tersebut memiliki tanda yang bisa dilihat yaitu bagian putih pada mata berwarna biru dan kejadian katarak-katarak bawaan juga diindikasikan munculnya anomali tersebut, termasuk gangguan-gangguan penebalan atau keratosis.
Kejadian tersebut tidak mengarah bahwa mereka yang mengalami hal tersebut pasti keturunannya akan mengalami natal teeth atau neo natal teeth.
drg. Anastasia mengatakan berdasarkan hasil penelitian para ahli bahwa hal-hal tersebut bisa dikategorikan sebagai faktor etiologis dari kejadian terbentuknya natal teeth atau neo natal teeth.
Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi. Jumat (12/11/2021)
(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)