Breaking News:

Lewat G2O, Menkes Sebut Standar Protokol Kesehatan Global dengan Manfaatkan QR Kode

Penyetaraan standar protokol kesehatan global memudahkan perjalanan antarnegara di masa pandemi COVID-19.

Tribunnews.com
Ilustrasi melawan COVID-19 bersama 

TRIBUNHEALTH.COM - Selama dua tahun pandemi COVID-19, dunia memberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat.

Baik antarwilayah maupun antarnegara untuk mengantisipasi penyebarluasan penularan COVID-19.

Hal ini berdampak luas tidak hanya pada sektor kesehatan, namun juga sektor ekonomi dan pariwisata.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Masih Sangat Efektif untuk Seluruh Varian Omicron Baik BA.1, BA.2, Maupun BA.3

Menurut data global di tahun 2020 menurun sekitar 73% dan tahun 2021 menurun 72% dibandingkan dengan tahun 2019.

Penurunan ini selain disebabkan oleh pembatasan pelaku perjalanan, juga diakibatkan oleh ketidakpastian mengenai aturan protokol kesehatan.

Ilustrasi Pandemi akan berakhir.
Ilustrasi Pandemi akan berakhir. (Freepik.com)

Dinamisnya situasi pandemi global, telah mendorong berbagai otoritas kesehatan di setiap negara menerapkan protokol kesehatan yang terus berubah dan berbeda satu sama lain.

Hal itu meningkatkan biaya, menambah kerumitan, dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Maka dari itu, dibutuhkan penyetaraan standar protokol kesehatan global memudahkan perjalanan antarnegara di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid Ungkap Jika Omicron Merupakan Varian Covid-19 yang Dominan Saat Ini

Kemudahan ini mencakup:

- Pemenuhan persyaratan dan hasil pengujian tes PCR

- Sertifikat vaksinasi

Aplikasi PeduliLindungi
Aplikasi PeduliLindungi ((KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto))

Baca juga: Status Warna PeduliLindungi akan Berubah sesuai Hasil Tes PCR dan Isoman Selesai, Baca Ketentuannya

- serta pengakuan terhadap aplikasi digital kesehatan masing-masing negara.

"Karenanya kita perlu menyelaraskan standar protokol kesehatan global untuk memungkinkan perjalanan internasional yang aman dan membantu kesejahteraan ekonomi dan sosial pulih untuk selamanya," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Dikatakan Menkes, pembahasan mengenai harmonisasi prokes telah berjalan sejak tahun lalu.

Baca juga: Kemenkes Luncurkan Fitur Pelacakan Kontak Erat COVID-19 melalui Aplikasi PeduliLindungi

Pada tahun 2021, konsisten dengan pekerjaan WHO, para pemimpin G20 berkomitmen pada upaya untuk melanjutkan perjalanan internasional yang aman dengan cara yang difasilitasi dan tertib.

Saat ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan diskusi bilateral dengan berbagai negara yang memiliki aplikasi digital kesehatan. Yakni Saudi Arabia, ASEAN dan European Union (EU).

ilustrasi aturan menjaga kesehatan ditengah pandemi
ilustrasi aturan menjaga kesehatan ditengah pandemi (freepik.com)

Baca juga: Tak Perlu Takut Imunisasi di Tengah Pandemi, Ini Aturan yang Perlu Diketahui

Dari diskusi ini disepakati bahwa metode yang akan digunakan untuk penerapan protokol kesehatan adalah QR Code yang sesuai dengan standar WHO.

Penggunaan QR Code ini dinilai bisa menyimpan informasi dengan aman dan respons yang lebih cepat.

"Kita ingin mendorong bahwa standardisasi protokol kesehatan global itu sederhana, simpel dan standarnya sama di seluruh dunia."

Baca juga: Pentingnya Orangtua Aware dengan Kesehatan Anak untuk Menghindari Paparan Covid-19

"Dengan adanya teknologi digital yang baru, kita benar-benar ingin memanfaatkan teknologi yang ada," kata Menkes.

Halaman
12
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved