Breaking News:

Terapkan Pola Makan Sehat hingga Perbanyak Aktivitas Fisik Dapat Cegah Terjadinya Hipertensi

Jika tidak dicegah, hipertensi bisa mendorong terjadinya berbagai masalah kesehatan lain

m.tribunnews.com
ilustrasi hipertensi 

TRIBUNHEALTH.COM - Diet sehat merupakan salah satu hal yang penting dilakukan untuk mengelola ataupun mencegah terjadinya hipertensi.

Diet yang dimaksud disini bukan memotong atau mengurangi asupan makanan.

Akan tetapi lebih ke arah, mengonsumsi makanan sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dengan demikian segala bentuk asupan yang diperlukan dapat dipenuhi.

Selain itu penting untuk diperhatikan agar jumlahnya tak sampai berlebihan.

Tekanan darah tinggi atau yang dikenal hipertensi memang masalah kesehatan yang banyak dialami.

Hipertensi bisa mendorong terjadinya berbagai masalah kesehatan lain, atau memperburuk kondisi jika tubuh terkena penyakit tertentu.

Salah satu penyebab hipertensi adalah buruknya gaya hidup.

Karenanya, penyakit ini bisa dihindari dengan menerapkan gaya hidup yang baik.

Selain dengan pola makan yang baik, National Health Service (NHS) Inggris menjelaskan, tekanan darah tinggi sering dapat dicegah atau dikurangi dengan menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara teratur, minum alkohol dalam jumlah sedang dan tidak merokok.

2 dari 3 halaman

Menurunkan berat badan

ilustrasi seseorang sedang menimbbang berat badan
ilustrasi seseorang sedang menimbbang berat badan (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Manfaat Slimming Treatment untuk Mendapatkan Berat Badan yang Ideal, Begini Ulasan dr. Connie

Baca juga: Diet Tak Hanya Mempengaruhi Berat Badan, Namun Berdampak pada Penurunan Kesehatan

Kelebihan berat badan memaksa jantungbekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Hal ini memicu meningkatnya tekanan darah.

NHS menyebut, menurunkan berat badan beberapa kilogram saja akan membuat perbedaan besar pada tekanan darah dan kesehatan secara keseluruhan.

Namun perlu diingat, menurunkan berat badan tetap harus memperhatikan kebutuhan gizi tubuh.

Alangkah lebih baik jika mengomunikasikan hal ini dengan dokter gizi.

Aktivitas fisik

Ilustrasi lansia tengah beraktivitas fisik
Ilustrasi lansia tengah beraktivitas fisik (Pexels)

Baca juga: Gejala dan Faktor Risiko Aneurisma Aorta Abdominalis, Perokok dan Pengidap Hipertensi Lebih Rawan

Baca juga: Olahraga Berikut Ini Tak Dianjurkan untuk Penderita Hipertensi, Termasuk Sprint dan Angkat Beban

Menjadi aktif dan berolahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah.

Olahraga teratur juga dapat membantu menurunkan berat badan, yang juga akan berdampak baik pada tekanan darah.

Orang dewasa harus melakukan setidaknya 150 menit (2 jam 30 menit) aktivitas aerobik intensitas sedang, seperti bersepeda atau jalan cepat, setiap minggu.

3 dari 3 halaman

Aktivitas fisik dapat mencakup apa saja mulai dari olahraga hingga berjalan kaki dan berkebun.

Kurangi kafein

Minum lebih dari 4 cangkir kopi sehari dapat meningkatkan tekanan darah.

Karenanya, pastikan mengonsumsi kopi atau sumber kafein lain dengan jumlah yang sesuai.

Baca juga: Penelitian Kaitkan Kopi dan Teh Panas dengan Risiko Kanker Esofagus

Baca juga: Penderita Hipertensi Perlu Batasi Konsumsi Kopi dan Tiga Makanan Berikut, Berisiko Tingkatkan Tensi

Ilustrasi minum kopi
Ilustrasi minum kopi (Pixabay)

Berhenti merokok

Merokok tidak secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi, tetapi menempatkan seseorang pada risiko serangan jantung dan stroke yang jauh lebih tinggi.

Merokok, seperti halnya tekanan darah tinggi, akan menyebabkan arteri menyempit.

Pada perokok yang memiliki tekanan darah tinggi, arteri akan menyempit lebih cepat, dan risiko penyakit jantung atau paru-paru di masa depan meningkat secara dramatis.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved