Breaking News:

Gejala dan Faktor Risiko Aneurisma Aorta Abdominalis, Perokok dan Pengidap Hipertensi Lebih Rawan

Tidak selalu jelas mengapa aneurisma jenis ini bisa terjadi, namun sejumlah faktor bisa meningkatkan risiko

Pexels
Sakit di area perut karena aneurisma aorta abdominalis 

TRIBUNHEALTH.COM - Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) merupakan tonjolan atau pembengkakan di aorta, pembuluh darah utama yang mengalir dari jantung ke bawah melalui dada dan perut.

Dalam bahasa Indonesia, AAA disebut sebagai aneurisma aorta abdominalis/perut.

Penyakit ini bisa berbahaya jika tidak segera terdeteksi.

Pasalnya aneurisma aorta abdominalis bisa menjadi lebih besar dari waktu ke waktu dan bisa pecah (pecah).

Pecahnya aneurisma aorta abdominalis dapat berpotensi menyebabkan pendarahan yang mengancam jiwa.

Faktor risiko

ilustrasi lansia berisiko mengalami AAA
ilustrasi lansia berisiko mengalami AAA (health.grid.id)

Baca juga: Perawatan Kecantikan Menggunakan Umbilical Cord Growth Factor Aman Dilakukan Pada Lansia

Baca juga: Aturan Baru, Lansia Bisa Vaksin Booster Selang 3 Bulan Vaksin Dosis Lengkap

AAA dapat terbentuk jika sisi aorta melemah dan menggelembung ke luar.

Tidak selalu jelas mengapa ini terjadi, tetapi ada hal-hal yang meningkatkan risiko.

Orang yang berisiko lebih tinggi terkena AAA termasuk semua pria berusia 66 tahun atau lebih dan wanita berusia 70 tahun atau lebih yang memiliki satu atau lebih faktor risiko berikut:

  • tekanan darah tinggi
  • penyakit paru obstruktif kronis
  • kolesterol darah tinggi
  • riwayat keluarga AAA
  • penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung atau riwayat stroke
  • mereka merokok atau pernah merokok sebelumnya

Bicaralah dengan dokter umum jika merasa khawatir berisiko mengalami AAA.

2 dari 3 halaman

Mereka mungkin menyarankan untuk melakukan pemindaian dan membuat perubahan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko AAA.

Gejala

ilustrasi gejala AAA
ilustrasi gejala AAA (kompas.com)

Baca juga: Waspadai Nyeri Perut yang Tak Kunjung Sembuh, Bisa Jadi Gejala dari Peritonitis, Berikut Ulasannya

Baca juga: Waspada, Sakit Perut Parah yang Mengganggu Aktivitas Menandakan Gejala Usus Buntu

AAA biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas, dan seringkali hanya terdeteksi selama pemeriksaan atau tes yang dilakukan karena alasan lain.

Beberapa orang dengan AAA memiliki:

  • sensasi berdenyut di perut (seperti detak jantung)
  • sakit perut yang tidak kunjung hilang
  • sakit pinggang yang tidak kunjung hilang

Jika AAA pecah, dapat menyebabkan:

  • tiba-tiba, sakit parah di perut atau punggung bawah
  • pusing
  • kulit berkeringat, pucat dan lembap
  • detak jantung yang cepat
  • sesak napas
  • pingsan atau pingsan.

Skrining AAA

Ilustrasi pemeriksaan perut
Ilustrasi pemeriksaan perut (Pixabay)

Baca juga: Studi Ilmiah Ungkap Sayur yang Diawetkan Dapat Tingkatkan Risiko Kanker Perut

Baca juga: Perut Kembung dan Terasa Sakit di Berbagai Tempat Merupakan Gejala Penyakit Maag

Di Inggris, skrining untuk AAA ditawarkan kepada pria selama tahun mereka berusia 65 tahun. 

Skrining dapat membantu mengenali pembengkakan di aorta sejak dini, ketika dapat diobati.

Tes ini melibatkan pemindaian ultrasound yang cepat dan tanpa rasa sakit untuk melihat seberapa besar aorta.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

3 dari 3 halaman

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved