Breaking News:

Lewat G20, Indonesia Dorong Harmonisasi Standar Protokol Kesehatan Global dan Identifikasi Covid-19

Indonesia akan mendorong inisiatif panduan teknis perjalanan internasional berbasis pendekatan risiko bersama WHO.

Pexels
Penggunaan masker di era pandemi Covid-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20 tahun 2022.

Salah satu rangkaian kegiatan di sektor kesehatan adalah pertemuan health working group (HWG).

HWG pertama akan berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 28 sampai 30 Maret 2022.
Beberapa hal yang menjadi pembahasan adalah:

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Masih Sangat Efektif untuk Seluruh Varian Omicron Baik BA.1, BA.2, Maupun BA.3

- Harmonisasi standar protokol kesehatan global

- Harmonisasi sistem identifikasi COVID-19 lewat sertifikat digital di pintu-pintu masuk negara

- serta harmonisasi sistem untuk pengenalan dan berbagi berbagai informasi kesehatan.

Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan.
Ilustrasi menerapkan protokol kesehatan. (Freepik.com)

Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, dari sisi harmonisasi pada HWG pertama ini, Indonesia akan mendorong inisiatif panduan teknis perjalanan internasional berbasis pendekatan risiko bersama WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

Kemudian harmonisasi sertifikat vaksin COVID-19 bersama Digital European Union, serta panduan perjalanan udara bersama dengan Internasional Civilization Organization.

Baca juga: Ketahui Tahapan Proses Transisi dari Pandemi Menuju Endemi Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

"Kita perlu mendorong penggunaan 1 data protokol kesehatan terutama di pintu masuk sebuah negara."

"Seperti berbagai praktek baik yang telah diterapkan di Indonesia maupun negara lainnya."

"Contohnya di Indonesia ada aplikasi PeduliLindungi yang terintegrasi dengan sistem kesehatan," katanya dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Terapkan Prokes demi lindungi diri dari Covid-19
Terapkan Prokes demi lindungi diri dari Covid-19 (Pixabay.com)

Inisiatif yang saat ini didorong dalam HWG pertama, lanjut dr. Nadia, adalah untuk memperkuat sistem kesehatan global.

Menindaklanjuti mekanisme pendanaan pandemic preparedness response yang sebelumnya menjadi bagian pembahasan pada presidensi G20 di Italia tahun 2021.

Baca juga: 2 Tahun Penanganan Pandemi, Jubir Vaksin Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan Kesehatan

Dalam HWG pertama nantinya perlu dicapai kesepakatan kerjasama antar negara untuk pengenalan verifikasi sertifikat vaksin.

Supaya bisa diakui di negara lain, terutama di negara-negara anggota G20.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona ()

"Protokol ini juga bisa menjadi percontohan bagi penyakit menular lainnya yang pencegahannya bisa dilakukan melalui vaksinasi."

"Ini adalah suatu langkah jangka panjang yang bisa diambil untuk mengamankan perjalanan internasional dan mengurangi penyebaran virus sambil menjaga mobilitas pelaku perjalanan internasional," ucap dr. Nadia.

Selain itu, perlu membangun mekanisme global untuk meningkatkan akses serta mobilitas sumber daya kesehatan.

Baca juga: dr. Ariani Dewi Widodo Sebut Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan saat Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi Pandemi akan berakhir.
Ilustrasi Pandemi akan berakhir. (Freepik.com)

Hal tersebut guna memperkuat pencegahan dan respons terhadap krisis kesehatan.

Selain penggunaan 1 data protokol kesehatan, Indonesia perlu juga mendorong inisiatif perluasan manufaktur vaksin COVID-19, pengobatan, serta diagnostik ke negara-negara berkembang.

Baca juga: Pandemi Membaik, Pemerintah Lakukan Pelonggaran Mobilitas dalam Menuju Endemi Covid-19

Halaman
12
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved