Breaking News:

Tips Cegah Penyakit Menular Seksual pada lbu Rumah Tangga, Ini Anjuran dr. Putri Anita Sari, Sp. KK

Berikut ini simak penjelasan dokter dalam mencegah penyakit menular seksual pada ibu rumah tangga.

pixabay.com
Ilustrasi seorang ibu yang menggendong anaknya-simak penjelasan dokter dalam mencegah penyakit menular seksual pada ibu rumah tangga. 

TRIBUNHEALTH.COM - Infeksi atau penyakit menular seksual kerap dijumpai pada ibu rumah tangga.

Kondisi ini sering disebabkan karena suami melakukan hubungan seksual yang berisiko.

Seperti sering berganti pasangan tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

Baca juga: dr. Fita Maulina Paparkan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Dapat Mengganggu Siklus Menstruasi

Lantas adakah cara yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga agar terhindar dari penularan penyakit menular seksual?

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video, Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin, Putri Anita Sari memberikan tanggapannya.

Ilustrasi ibu sedang mengandung
Ilustrasi ibu sedang mengandung (belitung.tribunnews.com)

Untuk menghindari penyakit menular seksual tersebut, Anita mengunggkapkan bahwa cenderung sulit dilakukan oleh ibu rumah tangga.

Karena faktor utamanya yang seringkali disebabkan oleh suami.

Oleh sebab itu, Anita berharap para suami untuk setia.

Baca juga: Libido Seksual Mulai Menurun saat Masuki Menopause, Ini Tips Agar Hubungan Suami Istri Tetap Nyaman

"Untuk ibu rumah tangga agak sulit, jadi harus benar-benar percaya dengan suaminya. Suaminya jangan aneh-aneh," ungkapnya.

Namun disamping itu, tetap usahakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2 dari 4 halaman

Pentingnya Daya Tahan Tubuh

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus, seperti kutil kelamin dan Herpes, membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi.

Bila daya tahan semakin menurun, maka virus akan berkembang dalam tubuh semakin pesat.

Ilustrasi daya tahan tubuh
Ilustrasi daya tahan tubuh (lifes)

"Misalnya Kutil, dari orang dengan daya tahan lemak dan tidak pasti akan berbeda klinisnya."

"Yang daya tahan tubuhnya lemah, kutilnya banyak tetapi kalau daya tahan tubuhnya kuat, kutilnya lebih sedikit," paparnya.

Baca juga: Penyakit Menular Seksual Bisa Berisiko Sebabkan Gangguan pada Sistem Saraf Pusat

Terlebih jika Kutil kelamin dialami oleh seorang wanita hamil.

Maka perkembangan kutil akan lebih tinggi.

Pentingnya Edukasi Seksual

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi penyakit menular seksual, penting untuk memahami edukasi seksual.

Anita menyampaikan untuk tidak perlu menganggap tabu terkait persoalan satu ini.

3 dari 4 halaman

Terutama pada para pasangan yang akan menikah.

Ilustrasi pasangan yang akan menikah
Ilustrasi pasangan yang akan menikah (kompas.com)

Agar bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi.

"Dari awal banget harus cari informasi yang benar, bisa dimulai dari keluarga sebenarnya," sambungnya.

Terlebih saat ini zaman gadget, anak-anak bisa mengakses informasi dari mana saja.

Baca juga: Meski Libido Menurun, Wanita Menopause Tetap Bisa Menikmati Berhubungan Suami Istri dengan Cara Ini

Informasi edukasi seksual yang benar bisa menjadi landasan saat akan memasuki remaja.

Ia pun juga berharap kepada berbagai pelayanan kesehatan untuk bisa memberikan informasi terkait edukasi seksual. Utamanya penyakit menular seksual.

"Jadi memang harus aware banget dari sekarang," imbuhnya.

Faktor Risiko

Penyakit menular seksual memiliki risiko tinggi pada kelompok, seperti:

- Pekerja seks komersial

Ilustrasi hubungan seksual
Ilustrasi hubungan seksual (Freepik)
4 dari 4 halaman

- Pecandu narkotika

- Homoseksual

- dan pelancong.

Baca juga: Benarkah Penderita Hipertensi Tidak Boleh Konsumsi Pil Kontrasepsi? Simak Jawaban Dokter Berikut

Proses penularan bisa terjadi melalui mulut, anus, dan alat kelamin.

Tanda dan Jenis Penyakit Menular Seksual

Penyakit tersebut memiliki manifestasi klinis atau gejala yang berbeda-beda.

Di antaranya adalah:

1. Gonore

ilustrasi kencing nanah
ilustrasi kencing nanah (freepik.com)

Penyakit menular seksual ini ditandai dengan keluarnya cairan seperti nanah dan menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil.

Namun pada beberapa kondisi tertentu, tanda Gonore juga bisa muncul tanpa menunjukan rasa nyeri saat buang air kecil.

2. Kutil kelamin

Tanda penyakit ini bisa berupa benjolan kecil-kecil dan bergerombol pada alat kelamin.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Macam Penyakit Menular Seksual dari Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin

Ilustrasi masalah pada testis
Ilustrasi masalah pada testis (Kompas.com)

3. Sifilis

Berbeda dengan penyakit menular seksual lainnya, Sifilis cenderung memiliki manifestasi klinis lebih banyak.

Penyakit Sifilis memiliki beberapa tingkat stadium.

Baca juga: Gejala Sifilis Sekunder Bisa Berupa Ruam Kulit, Simak Bedanya dengan Gejala Sifilis Primer

Sifilis stadium awal bila tidak diobati, bisa berupa bercak merah atau luka kecil pada kelamin tanpa disertai nyeri dan gatal.

Gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan 5 minggu.

Sehingga membuat pasien tidak sadar mengalami penyakit ini.

Ilustrasi seseorang yang sedang konsultasi dengan dokter
Ilustrasi seseorang yang sedang konsultasi dengan dokter (freepik.com)

Bila terus dibiarkan, maka akan berlanjut ke stadium berikutnya.

Tanda bisa muncul dengan adanya ruam merah pada kulit, baik di telapak tangan maupun telapak kaki.

Sama seperti stadium awal, tanda ruam merah pada kulit juga akan hilang dengan sendirinya, dengan hitungan waktu 2 hingan 6 minggu.

Baca juga: Ruam dan Luka pada Organ Genital Pria Bisa Jadi Tanda Kanker, Waspada jika Tak Kunjung Sembuh

Hingga kemudian berlangsung menuju stadium berikutnya.

Oleh karena itu, Putri menganjurkan untuk melakukan deteksi sejak ini.

"Jadi jika sudah ada gejala, cepat-cepat ke dokter," ucapnya.

Baca juga: Orang Tua Perlu Tahu Hipospadia, Kelainan Kongenital pada Laki-laki, Simak Penjelasan Dokter Berikut

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin, Putri Anita Sari ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video (24/7/2020)

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved