Breaking News:

Benarkah Penderita Hipertensi Tidak Boleh Konsumsi Pil Kontrasepsi? Simak Jawaban Dokter Berikut

Berikut ini simak penjelasan dokter mengenai penyebab penderita hipertensi yang tidak boleh konsumsi pil kontrasepsi

Freepik
Ilustrasi penderita hipertensi 

TRIBUNHEALTH.COM - Penggunaan alat kontrasepsi sangat tepat dilakukan bagi para pasangan yang berniat untuk menunda kehamilan.

Tak hanya untuk mencegah kehamilan, alat kontrasepsi juga dapat berfungsi untuk mencegah infeksi menular seksual.

Terdapat beragam jenis alat kontrasepsi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Salah satunya adalah pil kontrasepsi atau biasa disebut dengan pil KB.

Baca juga: Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Jangka Panjang Berisiko Sebabkan Kanker Rahim, Simak Ulasan Dokter

Bila sudah memutuskan untuk mengonsumsi Pil KB, maka disarankan untuk diminum di waktu yang sama.

Mengonsumsi obat ini, membuat Anda tidak perlu rutin untuk melakukan pemeriksaan ke dokter atau bidan secara terus-menerus setiap bulan.

Namun, ada anggapan bahwa penderita hipertensi tak sebaiknya menggunakan jenis kontrasepsi satu ini. Benarkah demikian?

Ilustrasi Hipertensi
Ilustrasi Hipertensi (Pixabay)

Baca juga: Dokter Sebut Kontrasepsi Alami Berdasarkan Perhitungan Kalender Seringkali Terjadi Kebobolan

Dilansir TribunHealth.com dari tayangan YouTube Kompas TV, dr. Fita Maulina membenarkan anggapan tersebut.

Pasalnya, berdasarkan penuturan Fita, pil kontrasepsi tergolong dalam jenis kontrasepsi hormonal.

Sehingga berbagai hal yang berkaitan dengan faktor hormonal, bisa menganggu aliran pembuluh darah pada perempuan.

"Karena semua yang berbau hormonal, seperti pil, suntik, implan, dan spiral yang ada hormonalnya itu bisa menganggu pembuluh darah si perempuan," terang Fita.

Selain itu dapat menahan produksi air yang keluar dari tubuh.

Baca juga: Makanan Bisa Pengaruhi Hipertensi, Dokter Jelaskan Menu yang Harus Dihindari dan Diperbanyak

Ilustrasi pil kontrasepsi
Ilustrasi pil kontrasepsi (Freepik)

Lalu akhirnya menimbulkan reaksi tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Oleh karena itu, ia menekankan, bahwa penggunaan alat kontrasepsi jenis hormonal dengan pemakaian jangka panjang sangat berisiko digunakan oleh wanita.

"Jadi pada penggunaan jangka panjang, kontrasepsi hormonal lebih berisiko untuk perempuan," imbuh Fita.

Baca juga: Dokter Ungkap Beberapa Jenis Kontrasepsi Non Hormonal, Salah Satunya Dapat Digunakan oleh Pria

Baca juga: Jika Tak Ditangani, Dokter Sebut Hipertensi Bisa Sebabkan Berbagai Komplikasi Penyakit Ini

Penjelasan dr. Fita Maulina ini dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, Kamis (10/Juni/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved