Breaking News:

FDA Buka Data Uji Klinis Pfizer, Ada Ribuan 'Kejadian Buruk' yang Dilaporkan setelah Vaksinasi

Diberitakan Express, Pfizer agar dokumen-dokumen ini tetap disegel selama 75 tahun

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNHEALTH.COM - Vaksin Pfizer sebagian besar memiliki efek ringan dan berlangsung dalam jangka pendek.

Namun baru-baru ini, daftar 'kejadian buruk' terkait dengan Pfizer dipublikasikan.

Tapi dokumen itu diperoleh setelah dokter, profesor dan jurnalis mengajukan permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi pada Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS).

Seorang hakim federal di Texas memerintahkan FDA untuk mempublikasikan data yang digunakan untuk melisensikan vaksin Covid-19 Pfizer.

Ini adalah pertama kalinya publik diizinkan mengakses data uji klinis yang diserahkan Pfizer ke FDA, dilansir TribunHealth.com dari Express, Senin (14/3/2022).

Ketika Pfizer mengajukan permohonan persetujuan FDA, mereka mengetahui adanya hampir 158.000 'kejadian buruk' dari vaksin mereka dan meminta agar dokumen-dokumen ini tetap disegel selama 75 tahun.

Baca juga: CDC Ungkap Cara Hindari Miokarditis setelah Vaksin Pfizer dan Moderna, Jeda Vaksinasi Perlu Ditambah

Baca juga: Pfizer Bakal Produksi hingga 100 Juta Dosis Vaksin Khusus Omicron

Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021).
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021). (Tribunnews/Jeprima)

Menurut Rio News, daftar kejadian buruk dalam dokumen tersebut meliputi:

  • Cedera ginjal akut
  • Mielitis lembek akut
  • Antibodi anti sperma positif
  • Emboli batang otak
  • Trombosis batang otak
  • Gagal jantung
  • Gagal jantung
  • Trombosis ventrikel jantung
  • Serangan jantung
  • Vaskulitis sistem saraf pusat
  • Kematian neonatus
  • Trombosis vena dalam
  • Batang otak ensefalitis
  • Ensefalitis hemoragik
  • Epilepsi lobus frontal
  • Berbusa di mulut
  • Psikosis epilepsi
  • Kelumpuhan wajah
  • Sindrom gawat janin
  • Amiloidosis gastrointestinal
  • Kejang umum tonik-klonik
  • Ensefalopati Hashimoto
  • Trombosis vaskular hepatik
  • reaktivasi herpes zoster
  • Hepatitis yang diperantarai kekebalan
  • Penyakit paru interstisial
  • Emboli vena jugularis
  • Epilepsi mioklonik remaja
  • Cedera hati
  • Berat badan lahir rendah
  • Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak
  • Miokarditis, kejang neonatus
  • Pankreatitis, pneumonia
  • Kelahiran mati
  • takikardia
  • Epilepsi lobus temporal
  • Autoimunitas testis
  • Infark serebral trombotik
  • diabetes melitus tipe 1
  • Trombosis vena neonatus
  • Trombosis arteri vertebralis.

Baca juga: Tak Cukup 3, Bos Pfizer Sebut Kemungkinan Perlu 4 Dosis Vaksin untuk Ciptakan Kekebalan dari Omicron

Baca juga: Pfizer dan Moderna Tengah Kembangkan Vaksin yang Targetkan Varian Covid-19, Termasuk Omicron

Ilustrasi vaksin pfizer
Ilustrasi vaksin pfizer (Tribunnews.com)

Daftar tersebut hanya beberapa di antara 1.246 kondisi medis lainnya setelah vaksinasi.

Sesuai dokumen, lebih dari 25.000 gangguan sistem saraf dilaporkan.

Ini disertai dengan 17.000 gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat serta 14.000 gangguan gastrointestinal.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved