Breaking News:

Hati-hati, Dokter Sebut Remaja Mudah Alami Penyakit Menular Seksual daripada Usia Dewasa

dr. Putri Anitasari, Sp. KK menerangkan, bahwa penyakit menular seksual rentang terjadi pada wanita berusia 16 sampai 24 tahun.

Pixabay
Ilustrasi waspada penyakit menular seksual pada remaja 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit menular seksual memiliki risiko tinggi pada kelompok tertentu.

Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin, dr. Putri Anitasari Sp. KK menerangkan, bahwa penyakit menular seksual rentang terjadi pada wanita berusia 16 sampai 24 tahun.

Sementara penyakit menular seksual rentang terjadi pada laki-laki berusia 20 sampai 34 tahun.

Baca juga: Infeksi Sekitar Organ Intim Bukan Berarti Infeksi Menular Seksual? Simak Ulasan dr. Az Zuhruf

Rentang usia di atas dianggap berisiko, karena sudah mulai memasuki masa usia remaja menuju dewasa.

Pada fase remaja cenderung lebih banyak rasa ingin tahu dan mencoba banyak hal baru.

Hingga akhirnya mudah menjalin pertemanan dan berisiko memasuki pergaulan bebas.

Ilustrasi pergaulan bebas pada remaja
Ilustrasi pergaulan bebas pada remaja (grid.id)

Berbeda dengan usia dewasa, yang cenderung lebih memawas diri terhadap pergaulan.

"Jadi itulah mengapa pada usia tersebut rentan terkena penyakit menular seksual," paparnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video.

Selama menjalankan prakteknya, Anita memberikan kesaksiannya pernah menangani pasien yang masih berusia 15 tahun dan sudah menderita penyakit Kutil kelamin.

Baca juga: Penyebab Rasa Sakit pada Kelamin Perempuan yang Terjadi Berulang saat Melakukan Hubungan Seksual

Ia mengaku terkejut dengan adanya kasus termuda yang saat itu ia temukan.

2 dari 4 halaman

Bila sebelumnya kasus pada usia termuda, maka kasus pasien dengan umur tertua yang pernah ia tangani adalah berusia 40 hingga 50 tahun.

Kasus di atas, menurut Anita, cukup banyak ditemukan di wilayah Lampung.

Ilustrasi seorang remaja perempuan berkonsultasi dengan dokter
Ilustrasi seorang remaja perempuan berkonsultasi dengan dokter (Freepik.com)

Dengan mayoritas terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki.

Namun untuk saat ini penemuan kasus pasien laki-laki dan perempuan sama banyaknya.

Pentingnya Edukasi Seksual

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi penyakit menular seksual, penting untuk memahami edukasi seksual.

Anita menyampaikan untuk tidak perlu menganggap tabu terkait persoalan satu ini.

Terutama pada para pasangan yang akan menikah.

Baca juga: dr. Olga Sarankan Melakukan Pemeriksaan Sebelum Menikah untuk Menghindari Thalasemia pada Anak

Agar bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi.

"Dari awal banget harus cari informasi yang benar, bisa dimulai dari keluarga sebenarnya," sambungnya.

Ilustrasi pasangan yang berkonsultasi dengan dokter
Ilustrasi pasangan yang berkonsultasi dengan dokter (pixabay.com)
3 dari 4 halaman

Terlebih saat ini zaman gadget, anak-anak bisa mengakses informasi dari mana saja.

Informasi edukasi seksual yang benar bisa menjadi landasan saat akan memasuki remaja.

Ia pun juga berharap kepada berbagai pelayanan kesehatan untuk bisa memberikan informasi terkait edukasi seksual. Utamanya penyakit menular seksual.

Baca juga: dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS Berikan Tips Cara Menjaga Kesehatan Seksual dan Reproduksi Wanita

"Jadi memang harus aware banget dari sekarang," imbuhnya.

Deteksi Dini Penyakit Menular Seksual

Seseorang yang mengalami penyakit menular seksual, harus segera melakukan deteksi sejak dini.

Bila ditemukan sejumlah tanda yang mencurigai, maka dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Anita menyampaikan, bila wanita mengalami gejala keputihan maka harus segera waspada.

Ilustrasi kesehatan seksual
Ilustrasi kesehatan seksual (kompas.com)

Jangan biarkan keputihan berlangsung terus-menerus.

Terlebih jika pernah memiliki riwayat berhubungan seksual.

4 dari 4 halaman

Sementara pada laki-laki, perlu berhati-hati jika timbul keluhan pada alat kelamin. Misalnya:

Baca juga: Bagaimana Cara Membedakan Keputihan dan Kencing Nanah? Begini Penjelasan dr. Azizah

- Timbul nanah

- Kutil

- atau bercak merah pada alat kelamin.

ilustrasi gangguan testis
ilustrasi gangguan pada alat kelamin (kompas.com)

"Bila sudah muncul keluhan di alat kelamin, harus segera periksa ke dokter," seru Anita.

Tanda dan Jenis Penyakit Menular Seksual

Penyakit tersebut memiliki manifestasi klinis atau gejala yang berbeda-beda.

Di antaranya adalah:

1. Gonore

Penyakit menular seksual ini ditandai dengan keluarnya cairan seperti nanah dan menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil.

Baca juga: Apakah Keputihan Menjadi Salah Satu Tanda Terjadinya Gonore pada Wanita? Simak Penjelasan Dokter

Namun pada beberapa kondisi tertentu, tanda Gonore juga bisa muncul tanpa menunjukan rasa nyeri saat buang air kecil.

2. Kutil kelamin

Ilustrasi laki-laki yang mengalami permasalahan pada alat kelamin
Ilustrasi laki-laki yang mengalami permasalahan pada alat kelamin (freepik.com)

Tanda penyakit ini bisa berupa benjolan kecil-kecil dan bergerombol pada alat kelamin.

3. Sifilis

Berbeda dengan penyakit menular seksual lainnya, Sifilis cenderung memiliki manifestasi klinis lebih banyak.

Penyakit Sifilis memiliki beberapa tingkat stadium.

Baca juga: Sifilis Menyebar Lewat Hubungan Seksual, Bisa Menjalar ke Otak jika Tak Segera Ditangani

Sifilis stadium awal bila tidak diobati, bisa berupa bercak merah atau luka kecil pada kelamin tanpa disertai nyeri dan gatal.

Gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan 5 minggu.

Sehingga membuat pasien tidak sadar mengalami penyakit ini.

Ilustrasi sifilis
Ilustrasi sifilis (Kompas.com via Tribunnews)

Bila terus dibiarkan, maka akan berlanjut ke stadium berikutnya.

Tanda bisa muncul dengan adanya ruam merah pada kulit, baik di telapak tangan maupun telapak kaki.

Sama seperti stadium awal, tanda ruam merah pada kulit juga akan hilang dengan sendirinya, dengan hitungan waktu 2 hingan 6 minggu.

Baca juga: Medical Sexologist Beberkan Macam-macam Gangguan pada Testis, Salah Satunya Penurunan Ereksi

Hingga kemudian berlangsung menuju stadium berikutnya.

Oleh karena itu, Putri menganjurkan untuk melakukan deteksi sejak ini.

"Jadi jika sudah ada gejala, cepat-cepat ke dokter," ucapnya.

Faktor Risiko

Penyakit menular seksual memiliki risiko tinggi pada kelompok, seperti:

Ilustrasi disfungsi seksual
Ilustrasi alami masalah seksual (Kompas.com)

- Pekerja seks komersial

- Pecandu narkotika

- Homoseksual

- dan pelancong.

Baca juga: Wasir hingga Infeksi Seksual Menular Bisa Sebabkan Gatal pada Anus, Bisa Diatasi dengan Cara Berikut

Proses penularan bisa terjadi melalui mulut, anus, dan alat kelamin.

Macam Penyebab Penyakit Menular Seksual

Terdapat beraneka ragam macam penyakit menular seksual.

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh:

1. Bakteri

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, di antaranya adalah:

Ilustrasi masalah pada testis
Ilustrasi masalah pada testis (Kompas.com)

- Gonore (kencing nanah)

- Sifilis (raja singa)

- Vaginosis bakterialis

- Infeksi genital non spesifik

2. Virus

- Kondiloma akuminata (kutil kelamin)

- Herpes genital

Baca juga: Herpes di Area Mulut Disebabkan oleh HSV-1, Virus Tak Bisa Mati dan Berada dalam Tubuh Seumur Hidup

3. Jamur

- Kandidiasis vaginalis

Ilustrasi alami masalah pada vagina
Ilustrasi alami masalah pada vagina (manado.tribunnews.com)

4. maupun protozoa

- Skabies

- Kutu kelamin

Baca juga: Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Beri Tips Merawat Dermatitis di Rumah, Mandi Pakai Air Hangat

Dari berbagai jenis penyakit menular diatas, di Indonesia kasus paling banyak ditemui adalah Kondiloma akuminata.

Lalu diikuti oleh Gonore dan Sifilis.

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin, Putri Anita Sari ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Lampung News Video (24/7/2020)

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved