Breaking News:

Konsumsi Gula Berlebih Bisa Bikin Ketagihan, Seorang Ahli Sebut Bisa Lebih Adiktif dari Kokain

Cassie Bjork, RD, LD, pendiri Healthy Simple Life, menyatakan bahwa gula bisa lebih membuat ketagihan daripada kokain

Pixabay
Ilustrasi gula bisa membuat ketagihan 

TRIBUNHEALTH.COM - Gula merupakan salah satu zat yang tak bisa dilepaskan dari makanan sehari-hari.

Namun semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa gula memiliki efek adiktif atau membuat kecanduan.

“Kecanduan adalah kata yang kuat,” kata Dr. Alan Greene, ahli kesehatan dan kebugaran anak-anak, dilansir TribunHealth.com dari Healhline.

“Dalam kedokteran kami menggunakan 'kecanduan' untuk menggambarkan situasi tragis di mana kimia otak seseorang telah diubah untuk memaksa mereka mengulangi (penggunaan) suatu zat atau aktivitas meskipun ada konsekuensi berbahaya," paparnya.

Baca juga: Konsumsi Gula Berlebih Bisa Picu Kenaikan Berat Badan

Baca juga: Alami Resistensi Insulin dan Pradiabetes? Berikut Ini Tips untuk Kontrol Gula Darah

Ilustrasi gula
Ilustrasi gula (pixabay.com)

Menurut pendapat Greene, semakin banyak bukti bahwa terlalu banyak gula tambahan dapat menyebabkan kecanduan yang sebenarnya.

Makan gula dapat memicu pelepasan opioid dan dopamin dalam tubuh

Inilah yang menghubungkan gula dan perilaku adiktif.

Ketika perilaku tertentu menyebabkan pelepasan dopamin yang berlebihan, seseorang merasakan "kegembiraan" yang menyenangkan sehingga dia cenderung untuk mengulanginya kembali.

Saat mengulangi perilaku itu lebih dan lebih, otak menyesuaikan diri untuk melepaskan lebih sedikit dopamin.

Baca juga: Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti: Permen yang Mengandung Gula Bisa Memicu Terjadinya Gigi Berlubang

Baca juga: Penderita Diabetes Berisiko Alami Disfungsi Ereksi, Penting untuk Kontrol Kadar Gula Darah

Ilustrasi gula
Ilustrasi gula (Pixabay.com)

Satu-satunya cara untuk mendapatkan sensasi yang sama seperti sebelumnya adalah mengulangi perilaku itu dalam jumlah dan frekuensi yang meningkat.

Cassie Bjork, RD, LD, pendiri Healthy Simple Life, menyatakan bahwa gula bisa lebih membuat ketagihan daripada kokain.

“Gula mengaktifkan reseptor opiat di otak kita dan memengaruhi pusat penghargaan, yang mengarah pada perilaku kompulsif, meskipun ada konsekuensi negatif seperti penambahan berat badan, sakit kepala, ketidakseimbangan hormon, dan banyak lagi.”

Bjork menambahkan, "Setiap kali kita makan permen, kita memperkuat jalur saraf tersebut, menyebabkan otak menjadi semakin terprogram untuk mendambakan gula, membangun toleransi seperti obat lain."

Baca juga: R. Radyan Yaminar, S.Gz Ingatkan Orang Tua untuk Tidak Memberikan Gula Terlalu Banyak pada Anak

Baca juga: Studi Sebut Okra Bisa Turunkan Kadar Gula Darah, Bisa Dikonsumsi Penderita Diabetes

ilustrasi gula dan garam
ilustrasi gula dan garam (lampung.tribunnews.com)

Memang, penelitian pada tikus dari Connecticut College telah menunjukkan bahwa kue Oreo mengaktifkan lebih banyak neuron di pusat kesenangan otak tikus daripada kokain (dan seperti manusia, tikus akan memakan isinya terlebih dahulu).

“Cerita di media tentang Oreo yang lebih membuat ketagihan daripada kokain mungkin telah dilebih-lebihkan,” Greene mengakui.

“Tetapi kita tidak boleh menganggap enteng kekuatan tambahan gula untuk memikat kita lagi dan lagi, dan merampas kesehatan kita.”

Gula juga jauh lebih umum, tersedia, dan dapat diterima secara sosial daripada amfetamin atau alkohol, sehingga lebih sulit untuk dihindari.

“Analogi obat selalu sulit karena, tidak seperti obat-obatan, makanan diperlukan untuk kelangsungan hidup,” kata Andy Bellatti, MS, RD, direktur strategis Dietitians for Professional Integrity.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved