Breaking News:

Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti: Permen yang Mengandung Gula Bisa Memicu Terjadinya Gigi Berlubang

Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti tak sarankan konsumsi permen dengan kadar gula tinggi, karena dapat menimbulkan masalah baru.

health.kompas.com
ilustrasi permen karet dengan kadar gula tinggi, Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti sebut dapat menyebabkan gigi berlubang 

TRIBUNHEALTH.COM - Dalam menyikat gigi perlunya memperhatikan teknik menyikat gigi, waktu menyikat gigi, dan durasi menyikat gigi.

Dengan begitu, kesehatan gigi dan mulut akan tetap terjaga dan terhindar dari masalah maupun gangguan di dalam rongga mulut.

drg. Ari memaparkan jika durasi menyikat gigi minimal adalah selama 2 menit.

Baca juga: Benarkah Behel Berbahan Metal Memicu Alergi? Begini Ulasan Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar, Sp. Ort(K)

Lama menyikat gigi berkaitan dengan banyak permukaan gigi yang harus dibersihkan.

Umumnya seseorang yang menyikat gigi hanya di bagian permukaan depan dan area pengunyahan saja.

ilustrasi menyikat gigi, Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti sarankan menyikat dengan durasi minimal 2 menit
ilustrasi menyikat gigi, Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti sarankan menyikat dengan durasi minimal 2 menit (kompas.com)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti yang dilansir Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 18 Desember 2021.

Tak jarang orang lupa membersihkan gigi bagian dan lidahnya.

Tidak maksimal dalam menyikat gigi dapat memicu terjadinya bau mulut.

Baca juga: drg. Ari Wd Astuti: Lapisan Gigi di Bawah Gusi Lebih Tipis, Sehingga Mudah Terjadi Penipisan Gigi

Biasanya orang-orang mengatasi bau mulut sebelum berbicara dengan mengonsumsi permen mint.

Namun dokter tidak menyarankan apabila permen tersebut mengandung gula.

Mengonsumsi permen dengan kadar gula tinggi dapat menimbulkan masalah baru.

ilustrasi gigi berlubang akibat kebiasaan konsumsi permen, simak ulasan Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti
ilustrasi gigi berlubang akibat kebiasaan konsumsi permen, simak ulasan Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti (freepik.com)

Hal ini karena permen yang mengandung gula dapat memicu terjadinya gigi berlubang.

Dokter menyarankan konsumsi permen mint atau permen karet yang tidak mengandung gula.

Baca juga: dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG: Awal Mula Terjadinya Infeksi HPV Biasanya Tidak Menimbulkan Gejala Apapun

Memang benar permen tersebut bisa membantu menghilangkan bau mulut, akan tetapi sifatnya hanya sementara saja.

Setelah kandungan mintnya habis, bau mulut bisa muncul lagi jika penyebab utamanya tidak dihilangkan.

Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti
Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti (Dok. pribadi Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti)

Baca juga: dr. Muhammad Yusuf, Sp. OG Tegaskan Jika Kanker Serviks Tidak Dipengaruhi Oleh Faktor Keturunan

Penjelasan Dokter Gigi RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti dilansir Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 18 Desember 2021.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved