Breaking News:

Pandemi Belum Usai, Protokol Kesehatan Masih Diperlukan selama Sekolah Tatap Muka

Psikolog ingatkan orangtua untuk melihat awarenes anak dalam mematuhi protokol kesehatan selama sekolah

Kompas.com/Garry Lotulung
Sekolah tatap muka 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemerintah sudah mulai memberlakukan pembelajaran langsung dengan skala penuh.

Namun masih ada orangtua yang khawatir dengan kesehatan anaknya.

Pasalnya pandemi Covid-19 belum benar-benar selesai.

Terkait hal ini, Psikolog Klinis Ratih Zulhaqqi, sempat memberikan penjelasan ketika menjadi narasumber program Ayo Sehat Kompas TV.

Dia menjelaskan beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua agar tidak khawatir.

"Sebenarnya untuk mengatasi kekhawatiran kita, perlu melihat kapabilitas anak kita ini sudah sampai se-aware apa sih tentang situasi yang terjadi," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah.
Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Baca juga: Psikolog Anjurkan Sikap Pendidik yang Tepat dalam Menghentikan Perilaku Body Shaming di Sekolah

Baca juga: Tenaga Pendidik Perlu Melatih Mental Remaja untuk Menghentikan Body Shaming di Lingkungan Sekolah

Dia mencontohkan anak usia SD, yang masih memiliki self regulation terbatas.

Apa lagi, proses belajar mereka masih banyak melibatkan pergerakan fisik.

"Kemungkinan mereka untuk melepas masker itu sangat mungkin."

"Akhirnya nanti jadi tambah khawatir," tandasnya.

Pentingnya protokol kesehatan

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Melanie Rakhmi Mantu jelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan jelang pemberlakuan pembelajaran tatap muka terbatas.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Melanie menekankan pentingnya membiasakan anak untuk patuh pada protokol kesehatan.

"Dari awal prokes itu sudah harus kita tanamkan ya," katanya dikutip TribunHealth.com.

Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah.
Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Baca juga: Angka Pernikahan Dini Melonjak selama Pandemi, Disebabkan Faktor Ekonomi hingga Penutupan Sekolah

Baca juga: Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Buka Jendela Bisa Bantu Cegah Penularan Covid-19 di Sekolah

"Dari bagaimana cara mencuci tangan yang benar, cara memakai masker, membuangnya, tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan," contohnya.

Selain itu, berbagai protokol kesehatan lain pun perlu dibiasakan pada anak.

Kemudian, untuk pihak sekolah, dr. Melanie mengatakan telah ada pedoman khusus dari kementerian dan IDI.

"Sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana, guru-guru sudah harus divaksin, harus menyediakan wastafel, pemeriksa suhu, lalu jendela yang besar. Kalau bisa outdoor dengan jarak kursi 1,5 meter," rincinya.

"Jangan lupa punya tim mitigasi khusus untuk sekolah tersebut apabila terjadi suspek kasus di sekolah tersebut."

Dengan demikian, sekolah telah memiliki mekanisme yang jelas untuk mengambil tindakan berikutnya.

Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet.
Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Segera Dibuka, Psikolog Adib Setiawan Bagikan Persiapan yang Perlu Dilakukan

Baca juga: Anak-anak Berisiko Tinggi saat Lakukan Sekolah Tatap Muka, Ahli Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved