Breaking News:

Anak-anak Berisiko Tinggi saat Lakukan Sekolah Tatap Muka, Ahli Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

Ahli menyebut ada hal yang kini menempatkan anak dalam risiko tinggi Covid-19

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi PTM 

TRIBUNHEALTH.COM - Infeksi Covid-19 pada anak-anak di Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami peningkatan.

Bahkan, kelompok tersebut sempat menjadi penyumbang kasus harian tertinggi dibanding kelompok usia lain.

Terkait hal ini, Direktur Pengendalian Infeksi dan Epidemiologi Rumah Sakit Nasional Anak di Washington DC, Xiaoyan Song, memberi penjelasan.

Dia memberikan saran mengenai apa yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk melindungi buah hati, sebagaimana diberitakan CNN, Jumat (3/9/2021).

Terlebih lagi, kini anak-anak mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Song menyarankan salah satu cara termudah orang tua dapat membantu mencegah infeksi dari sekolah adalah berbicara dengan anak-anak mereka setiap hari untuk melihat bagaimana perasaan mereka dan menjaga mereka di rumah jika mereka sakit.

Baca juga: dr. Adityo Susilo Paparkan Penyebab Terjadinya Long-Haul COVID-19, Begini Penjelasannya

Baca juga: Di Beberapa Negara Muncul Varian Baru Virus Corona saat Lonjakan Kasus Covid-19

Ilustrasi pelajar melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar tatap muka.
Ilustrasi pelajar melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar tatap muka. (Tribunnews/Jeprima)

"Intinya adalah memastikan kita melakukan ini sebelum mereka naik bus sekolah," kata Song dikutip TribunHealth.com dari CNN.

"Jika semua orang tua melakukan uji tuntas dan anak tampak hebat dan semuanya normal, sebelum mereka mengucapkan selamat tinggal kepada anak-anak di bus sekolah atau sebelum mereka mengantar anak-anak, kita akan memiliki transmisi yang sangat, sangat minimal di sekolah."

Ketika anak-anak pergi ke sekolah, mereka harus memakai masker di dalam ruangan, menjaga jarak fisik dari orang lain dan secara teratur mencuci tangan.

Sekolah membutuhkan ventilasi yang baik dan menjaga permukaan tetap bersih.

Guru dan staf harus divaksinasi dan menggunakan masker.

"Itulah faktor-faktor kuncinya. Ini tidak hanya berguna, membantu sekolah kami untuk mengurangi Covid-19, tetapi juga akan membantu secara dramatis menjaga anak-anak tetap sehat dan bahagia dan mencegah mereka terkena virus jenis lain," kata Song.

Baca juga: Gejala Covid-19 Lebih Berbahaya jika Seseorang Terinfeksi 2 Varian Virus Sekaligus

Baca juga: Bukan Prioritas Vaksinasi, dr. S.T. Andreas Paparkan Cara Lindungi Anak dari Infeksi Covid-19

Seorang anak menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga saat berlangsung vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Thor Kompleks Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/7/2021). Komando Armada (Koarmada) II bersama Pemerintah Kota Surabaya melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 25.000 dosis selama dua hari untuk masyarakat Kota Surabaya guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal menuju Indonesia sehat.
Seorang anak menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada warga saat berlangsung vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Thor Kompleks Gelora Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/7/2021). Komando Armada (Koarmada) II bersama Pemerintah Kota Surabaya melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 25.000 dosis selama dua hari untuk masyarakat Kota Surabaya guna mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal menuju Indonesia sehat. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Song mengatakan Children's National sudah memantau setidaknya 13 jenis virus pernapasan yang beredar.

Pesan juga diberikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Infeksi Pediatrik, Dr. Aaron Milstone.

Dia menyebut sebagian orang mungkin mulai ingin beraktivitas mendekati normal, seperti pra pandemi.

Karenanya, dia mencontohkan beberapa kegiatan yang mungkin aman dan kurang aman.

Teman bermain di dalam sambil mengenakan masker mungkin tidak masalah, tetapi aktivitas di luar ruangan lebih baik.

Baca juga: Ahi Gizi R. Radyan Yaminar, S.Gz. Jelaskan Asupan Gizi yang tepat pada Pasien Covid-19

Baca juga: Benarkah Vitamin D Dapat Membantu Terhindar dari Covid-19? Berikut Ulasan dr. Henry Suhendra, Sp.OT

Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah.
Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Menginap biasa tidak bagus, tetapi berkemah di luar mungkin lebih baik.

Bernyanyi di paduan suara atau melakukan teater dengan topeng atau dengan jarak fisik mungkin aman.

Olahraga luar ruangan juga boleh, tetapi dalam ruangan sedikit lebih rumit.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved