Breaking News:

Benarkah Vitamin D Dapat Membantu Terhindar dari Covid-19? Berikut Ulasan dr. Henry Suhendra, Sp.OT

Vitamin D sangat berguna untuk berbagai macam penyakit, sehingga bisa menyehatkan tubuh. Oleh karena itu, vitamin D pada tubuh haruslah ditingkatkan.

freepik.com
ilustrasi vitamin D 

TRIBUNHEALTH.COM - Banyak jurnal dan penelitian mengenai efekitf atau kegunaan vitamin D untuk mencegah angka kesakitan dan angka kematian karena covid.

Jika vitamin D dalam tubuh tinggi, maka kemungkinan terinfeksi virus covid-19 turun hingga 50%.

Oleh karena itu, vitamin D pada tubuh haruslah ditingkatkan.

Vitamin D dapat mencegah infeksi dari covid-19, bilapun sampai terkena covid gejala yang dialami tidak berat, mengalami gejala ringan sekali atau mungkin saja OTG bahkan cepat sembuh.

Vitamin D merupakan salah satu dari banyak faktor yang berperan.

Pada pasien yang pernah mengalami positif covid-19, dan mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi jelas dibenarkan.

ilustrasi vitamin D
ilustrasi vitamin D (freepik.com)

Baca juga: Benarkan Snacking Bisa Membuat Diet Gagal? Simak Ulasan dr. Eleonora Mitaning C, M.Gizi, Sp.GK

Apabila sekali terinfeksi covid, tidak akan menjamin untuk tidak terinfeksi kembali.

Setelah terinfeksi covid, tubuh memiliki antibodi tetapi tidak diketahui antibodi yang ada didalam tubuh akan bertahan berapa lama.

Sementara antibodi yang ada di dalam tubuh mengalami penurunan, maka akan memungkinkan untuk terinfeksi covid kembali.

Oleh karena itu diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengonsumsi vtamin D.

Vitamin D bukan merupakan satu-satunya vitamin yang dapat mencegah infeksi virus corona, tetapi banyak faktor yang mendukung selain vitamin D.

Jika ingin menanyakan dosis vitamin yang dikonsumsi, maka harus memeriksakan darah terlebih dahulu.

Baca juga: Mengenal Profesi Dokter Spesialis Andrologi dari dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And

Karena hal tersebut merupakan titik tolak dimana dosis vitamin akan dipastikan.

Vitamin D berbeda dengan vitamin C, yang bisa dibeli dan langsung dikonsumsi.

Setiap orang membutuhkan dosis vitamin D yang berbeda-beda.

Dosis berapapun yang dikonsumsi tidak menjamin didalam darah akan optimal.

Dikarenakan terdapat penyerapan yang dilakukan di usus, dan setiap orang mengalami penyerapan yang berbeda.

Dosis merupakan cara untuk mencapai hasil akhir, dan hasil akhirnya adalah kan memiliki imunitas yang lebih baik kalau vitamin D dalam darah sudah optimal.

Oleh sebab itu diharuskan untuk periksa darah.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com, bersama dnegan dr. Henry Suhendra, Sp.OT. Seorang dokter spesialis orthopedi, founder Vitamin D Society Indonesia. Sabtu (24/6/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved