Breaking News:

Angka Pernikahan Dini Melonjak selama Pandemi, Disebabkan Faktor Ekonomi hingga Penutupan Sekolah

Salah satu faktor pendorong pernikahan dini adalah minimnya aktivitas selama penutupan sekolah

Pixabay
Ilustrasi pernikahan 

TRIBUNHEALTH.COM - Dispensasi pernikahan dini melonjak selama pandemi.

Padahal pernikahan dini tak disarankan untuk dilakukan, sebagaimana dibahas dalam tayangan Ayo Sehat Kompas TV.

Pernikahan pada usia muda masih menjadi permasalahan yang kompleks.

Kejadian ini masih terjadi baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

Namun umumnya pernikahan dini lebih banyak terjadi pada perempuan, yakni dengan persentase 82 persen.

Dalam hal ini, yang dimaksud adalah perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun.

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan Kesuburan Sebelum Menikah, Simak Ulasan dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And

Baca juga: Dokter: Wanita yang Menikah di Usia Sangat Muda Memiliki Risiko Lebih Besar Terkena Kanker Payudara

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Pixabay)

Ada banyak hal yang melatarbelakangi masih banyaknya pernikahan dini.

Dihimpun TribunHealth.com dari Ayo Sehat Kompas TV, berikut ini beberapa di antaranya.

  • Persoalan ekonomi keluarga
  • Minim edukasi terkait pernikahan dini
  • Norma agama, sosial, dan budaya setempat
  • Menghindari kehamilan di luar nikah
  • Penutupan sekolah (minim aktivitas)

Sejumlah pakar banyak yang menentang pernikahan di usia muda.

Pasalnya tindakan seperti ini bukan tanpa risiko.

Baca juga: Psikolog Paparkan Dampak Pernikahan Dini pada Perempuan, Rawan Kehilangan Hak Pendidikan

Baca juga: Sayangkan Melonjaknya Pernikahan Dini, Psikolog Tekankan Pentingnya Edukasi Seksual

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Pixabay)
2 dari 3 halaman

Berbagai dampak patut diwaspadai dari pernikahan muda.

Satu di antaranya adalah faktor psikologis yang belum matang.

Hal ini rawan mengakibatkan terjadinya pertengkaran dan kekerasan dalam rumah tangga.

Tak jarang, pertikaian berujung pada perceraian.

Selain itu, faktor biologis juga menjadi perhatian.

Pasalnya hal ini akan berkaitan dengan kesiapan tubuh menghadapi proses kehamilan dan persalinan.

Angka pernikahan dini melonjak

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Pixabay)

Berdasarkan Undang-undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019, perkawinan boleh dilakukan jika kedua mempelai minimal telah berusia 19 tahun.

"Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun," bunyi pasal 7 ayat 1 UU tersebut, dikutip TribunHealth.com dari Ayo Sehat Kompas TV edisi Selasa (8/6/2021).

Kendati demikian, dispensasi pernikahan anak melonjak sepanjang tahun 2020.

3 dari 3 halaman

Setidaknya ada 64.211 pernikahan anak yang tercatat sepanjang tahun tersebut.

Melonjak hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2019 sebanyak 23.126 kasus.

Selain itu, jika diamati angka pernikahan dini memang mengalami kenaikan sejak tahun 2016.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved