Breaking News:

Sayangkan Melonjaknya Pernikahan Dini, Psikolog Tekankan Pentingnya Edukasi Seksual

Edukasi seksual dan reproduksi penting diberikan agar anak tidak terburu-buru melangsungkan pernikahan

Pixabay
Ilustrasi pernikahan 

TRIBUNHEALTH.COM - Psikolog Irma Gustiana menyayangkan meningkatnya dispensasi pernikahan anak selama pandemi pada tahun 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas TV, setidaknya ada 64.211 pernikahan anak yang tercatat sepanjang tahun tersebut.

Angka tersebut naik sekitar tiga kali lipat dibanding tahun 2018, yakni 23.126 kasus.

"Jadi sebenarnya sangat-sangat disayangkan ya," kata Irma dikutip TribunHealth.com dari tayangan Ayo Sehat Kompas TV edisi Selasa (8/6/2021).

"Jadi banyak sekali yang meminta dispensasi untuk menikah, terutama di masa pandemi ini ya," lanjutnya.

Baca juga: Anak Lebih Banyak Pakai Gadget selama Pandemi, Dokter Paparkan Dampaknya pada Kesehatan Mata

Baca juga: Apakah Artis yang Berperan sebagai Suami Seorang Remaja, Bisa Memicu Pedofilia? Ini Jawaban Psikolog

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Pixabay)

Kasus pernikahan dini meningkat di masa pandemi karena minimnya aktivitas.

"Sehingga mereka ya tadi, ada yang hamil di luar nikah, terus kemudian ngga punya kegiatan apa pun."

"Jadi itu yang disayangkan sama sekali," tegas Irma.

Menurut Irma, tingginya kasus pernikahan dini merupakan alarm bagi semua pihak untuk memberikan edukasi yang tepat.

"Bagaimana pendidikan seksual, kesehatan reproduksi, itu sangat penting sama sekali."

Baca juga: Dok Apa yang Bisa Dilakukan Suami untuk Membantu Istri Pulih Pasca-melahirkan?

Baca juga: Dokter Sebut Usia Suami dan Istri yang Terpaut Jauh Bisa Picu Masalah Kehidupan Seksual

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (Pixabay)

"Lalu mengarahkan mereka pada beragam aktivitas yang membuat mereka ngga fokus pada keinginan, ya udah menikah sebagai jalan keluar," tandasnya sekali lagi.

Berdasarkan Undang-undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019, perkawinan boleh dilakukan jika kedua mempelai minimal telah berusia 19 tahun.

"Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun," bunyi pasal 7 ayat 1 UU tersebut, dikutip TribunHealth.com dari Ayo Sehat Kompas TV edisi Selasa (8/6/2021).

Peraturan tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah untuk menghindari berbagai risiko dampak negatif pernikahan dini.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved