Breaking News:

Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Buka Jendela Bisa Bantu Cegah Penularan Covid-19 di Sekolah

Seorang profesor menekankan pentingnya memiliki ventilasi ruang kelas yang baik

Kompas.com/Garry Lotulung
Sekolah tatap muka 

TRIBUNHEALTH.COM - Sekolah di berbagai negara sudah mulai dibuka kembali meski pandemi Covid-19 belum benar-benar berakhir.

Dengan demikian, sebenarnya tetap ada risiko penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, terlepas dari protokol kesehatan yang diterapkan.

Namun ada langkah untuk meminimalisir hal tersebut, termasuk membuka jendela kelas sekolah, dilansir TribunHealth.com dari ABC News, Kamis (28/10/2021).

Lidia Morawska, direktur Laboratorium Internasional Kualitas dan Kesehatan Udara di Universitas Teknologi Queensland mengatakan ventilasi yang baik sangat penting.

"Jika tempat itu tidak berventilasi, partikel (virus) tidak punya tempat untuk pergi."

"Dan mereka tetap melayang di udara itu dan orang-orang menghirupnya, bahkan jika mereka lebih jauh dari dua meter dari orang yang terinfeksi," kata Profesor Morawska.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Segera Dibuka, Psikolog Adib Setiawan Bagikan Persiapan yang Perlu Dilakukan

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Sebaiknya Bertahap atau Tidak? Ini Jawaban Psikolog, Adib Setiawan M.Psi.

Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah.
Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Menteri Pendidikan Australia, Sarah Mitchell, mengatakan kepada Parlemen pada awal Oktober bahwa departemen tersebut telah melakukan audit terhadap lebih dari 150.000 ruangan di lebih dari 2.200 sekolah di New South Wales.

Mereka memeriksa 650.000 jendela, 200.000 kipas angin, dan 19.000 kipas pengekstrak.

Kapasitas setiap ruang kelas dimodelkan memiliki minimal 10 liter udara segar per detik per orang.

Jendela yang dapat dibuka sama dengan 5 persen dari luas lantai akan memberikan ventilasi yang cukup.

Namun, para ahli mengatakan pemodelan perlu divalidasi dengan pengujian.

Kepala Woolcock Insitute, Guy Marks, mengatakan model itu dapat diuji dengan mengukur kadar karbon dioksida.

"Tingkat karbon dioksida berkurang ketika ada ventilasi yang baik. Tapi itu juga meningkat ketika ada lebih banyak orang di ruang yang menghembuskan karbon dioksida," kata Profesor Marks.

Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet.
Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Baca juga: Pandangan Psikolog Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. soal Sekolah Tatap Muka yang Segera Dibuka

Baca juga: Ahli Gizi Sebut Memberikan Bekal yang Sehat Dapat Mengurangi Kebiasaan Anak Jajan di Sekolah

"Tidak dapat dihindari kita akan melihat wabah di sekolah. Itulah yang terlihat di tempat lain di dunia," kata Profesor Marks.

"Tidak ada alasan mengapa itu tidak akan terjadi di sini, dan saya pikir kita perlu melakukan apa yang kita bisa untuk mencoba dan menguranginya."

Profesor Morawska mengatakan mengadakan kelas di luar juga membantu menghentikan penularan.

"Jika hal-hal lain itu juga gagal, akan ada wabah. Tidak ada jalan keluar dari ini," katanya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved