Breaking News:

Benarkah Transfusi Darah Bisa Menyebabkan Rasa Gatal? Ini Kata dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM

Berikut ini simak penjelasan dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM mengenai transfusi darah yang dianggap bisa menyebabkan rasa gatal.

Kompas.com
ilustrasi transfusi darah-simak penjelasan dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM mengenai transfusi darah yang dianggap bisa menyebabkan rasa gatal. 

TRIBUNHEALTH.COM - Transfusi darah merupakan suatu prosedur dalam menyalurkan darah kepada oang yang mengalami kekurangan darah.

Meski memiliki manfaat yang baik, namun diketahui prosedur transfusi darah bisa memicu rasa gatal pada penerimanya.

Bagaimana pandangan dokter mengenai hal ini?

Baca juga: Ketahui Kadar Darah yang Umum Dimiliki oleh Manusia menurut dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM memberikan tanggapannya.

Lugyanti menuturkan, bahwa kondisi tersebut dikenal dengan reaksi transfusi.

Ilustrasi seseorang transfusi darah
Ilustrasi seseorang transfusi darah (Kompas.com)

Reaksi transfusi merupakan suatu efek samping yang dapat terjadi pada setiap komponen transfusi.

Baik itu sel darah merah atau trombosit.

Terkadang, bisa juga pada plasma yang mengandung komponen darah.

Baca juga: Sederet Sayur Ini Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah, Cocok untuk Penderita Hipertensi

Reaksi transfusi ini bisa ringan yang ditandai dengan rasa gatal atau demam.

Kondisi demikian harus mendapatkan monitoring (diawasi).

Ilustrasi dokter
Ilustrasi dokter (Freepik.com)

Mengingat beberapa kondisi, gatal tersebut bisa berubah menjadi reaksi transfusi yang lebih berat.

"Sehingga pada umumnya kami selalu mencatat dan memonitor pasien itu, kalau ada efek samping," papar Lugyanti.

Pada Umumnya Membaik

Lebih lanjut, reaksi transfusi ini pada umumnya akan membaik.

Namun karena adanya reaksi tersebut, biasanya dokter akan menghentikan terlebih dahulu transfusi darah.

Hingga kemudian dokter akan melakukan observasi.

Ilustrasi dokter memberikan pemeriksaan kepada pasien
Ilustrasi dokter memberikan pemeriksaan kepada pasien (Freepik.com)

Baca juga: Apakah Pengobatan Pasien Thalasemia Harus Selalu Melakukan Transfusi Darah?

Jika membaik, maka akan diberikan obat dan transfusi bisa diteruskan.

Namun jika reaksi masih terus berlanjut, seperti pada beberapa kasus yang pernah ada, maka dokter akan menhentikan prosedur transfusi darah.

Kemudian dokter akan melaporkan kasus tersebut pada UTD PMI (Unit Transfusi Darah - Palang Merah Indonesia) yang memberikan transfusi darah tersebut.

Baca juga: Dokter Jelaskan 4 Klasifikasi Tekanan Darah Rendah, Salah Satunya Gara-gara Kerusakan Sistem Syaraf

Penjelasan dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Kamis (29/7/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved