Breaking News:

Dokter Jelaskan 4 Klasifikasi Tekanan Darah Rendah, Salah Satunya Gara-gara Kerusakan Sistem Syaraf

Mengenal empat klasifikasi hipotensi, mulai dari postural hingga yang disebabkan kerusakan syaraf

pixabay.com
ILUSTRASI Tekanan darah rendah 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit tekanan darah rendah menjadi salah salah satu penyakit paling umum yang dijumpai di masyarakat.

Terkait hal ini, dokter filsuf ahli gizi komunias, dr Tan Shot Yen, memberikan penjelasan.

Pertama, dr Tan menjelaskan terlebih dulu dua macam tekanan darah.

Yang pertama adalah tekanan sistolik, yakni tekanan ketika darah dipompa keluar jantung.

"Sistolik itu yang biasanya kita baca di atas, yang angkanya di atas angka seratus biasanya. Jadi itu namanya sistolik, tekanan ketika darah dipompa keluar dari jantung," penjelasan dr Tan dalam tayangan live channel YouTube Tribunnews.com bertajuk "Malam Minggu Sehat: Mengenal Perbedaan Darah Rendah dan Darah Tinggi".

Jenis tekanan darah yang kedua adalah diastolik, yakni tekanan ketika darah kembali ke jantung.

"Nah yang kedua, yang pakai per, yang bawah itu biasanya angkanya tujuh puluh delapan puluh itu adalah yang disebut diastolik."

"Tekanan ketika jantungnya itu istirahat, jadi bukan ketika jantungnya dipompa ," tambahnya.

Lalu apa itu tekanan darah rendah?

Ilustrasi penyakit jantung
Ilustrasi penyakit jantung (pixabay.com)

Baca juga: Siapa Sangka Tinggalkan Sarapan Justru Bisa Buat Badan Tambah Gemuk, Ini Penjelasan Dokter Ahli Gizi

Tekanan darah rendah dikenal juga dengan sebutan hipotensi, yakni ketika tekanan sistolik kurang dari 90 mmHg atau diastolik kurang dari 60 mmHg.

"Nah, hipotensi itu ada klasifikasinya, ada empat."

Yang pertama adalah hipotensi postural atau ortostatik.

Salah satu yang menjadi tandanya adalah rasa pusing ketika berubah posisi dari tiduran ke duduk.

"Biasanya ketika orang tidur mau duduk, nggliyeng, karena tiba-tiba ada perubahan postur" contoh dr Tan.

Yang kedua adalah post prandial.

ILUSTRASI Tekanan darah rendah
ILUSTRASI Tekanan darah rendah (pixabay.com)

Baca juga: Tak Hanya Asal Kurus, Diet Ketogenik Justru Bisa Picu Penyakit Berbahaya jika Dilakukan Sembarangan

"Hipotensi (post prandial) terjadi ketika orang habis makan."

"Jadi memang tekanan darah kita sedikit agak menurun ketika habis makan."

Ketika adalah gangguan sinyal otak.

Dokter Tan menjelaskan tekanan darah diatur oleh banyak hal, salah satunya hormon-hormon kelenjar tiroid.

Yang terakhir, hipotensi juga bisa disebabkan karena kerusakan sitem syaraf.

"Keempat adalah akibat kerusakan syaraf. Jadi kalau syarafnya rusak, maka sinyal dari otaknya terganggu, di situ kita mengalami gangguan," tandas dr Tan.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved