TRIBUNHEALTH.COM - Tak banyak yang tahu, meninggalkan sarapan biar tubuh menjadi langsing justru salah kaprah.
Memang, memiliki tubuh yang sempurna menjadi impian semua orang.
Tak jarang orang rela memangkas makanannya agar tidak gemuk.
Namun siapa sangka, dokter sekaligus filsuf ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen, menjelaskan sebaliknya.
Salah jika meninggalkan sarapan demi melangsingkan tubuh.
"Justru salah banyak cewek yang mengatakan gua gak sarapan deh biar langsing. Anda salah, salah banget."
Baca juga: Tubuh Bisa Lakukan Detoksifikasi Alami namun Bakal Kacau karena 4 Hal Ini, Salah Satunya Make Up
Baca juga: Tak Perlu Konsumsi Produk Tertentu, 5 Organ Tubuh Ini Sudah Lakukan Detoksifikasi Otomatis

Pasalnya, meninggalkan sarapan akan membuat seseorang merasakan lapar yang lebih.
Bisa saja hal itu malah berdampak pada makan siang, yang melahap apa saja.
"Giliran anda ngga sarapan, hampir pingsan, nanti anda makan apa aja."
"Nah, makan apa aja itu yang nantinya malah membuat anda makin gemuk," jelas dr Tan.
"Apa lagi zaman sekarang dimudahkan dengan membeli makan via aplikasi. Tahu-tahu datang ke kantor, datang ke depan pintu kos."
Baca juga: Penting untuk Menunjang Pola Hidup Sehat, Apa Patokan Sarapan yang Baik dan Benar?
Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Diet yang Sempat Ngetren, Ternyata Punya Risiko untuk Kesehatan

Padahal kandungan gizi yang ada dalam makanan olahan itu tidak diketahui pasti.
Untuk membiasakan sarapan, dr Tan menegaskan tak harus memiliki dapur yang lengkap.
Yang paling penting adalah memiliki perencanaan menu.
Atau, bisa juga berlangganan dengan warung makan tertentu.
Tentu, harus dipilih menu-menu yang sehat.
Pasalnya pola hidup yang tidak sehat, termasuk dalam pemilihan makanan, akan memiliki dampak jangka panjang.
Lalu apa saja penyakit jangka panjang karena buruknya pola hidup?
Berikut ini adalah rinciannya, sebaimana dilansir TribunHealth.com sebelumnya.
Sindrom Metabolik

Baca juga: Jika Menu Sarapan Sesuai Porsi Ini, Dijamin Sehat dan Tak Bakal Lapar hingga Makan Siang
Sindrom Metabolik di antaranya adalah masalah perlemakan.
Dalam kasus ini, dr Tan menyebut orang yang berlemak tak harus gemuk.
Ada pula orang kurus namun berlemak, yang kemudian dikenal dengan skinny fat.
"(Meski kurus) namun kalau kita cek ke laboratorium, kolestrolnya amburadul," kata dr Tan.
"Jadi orangnya terlihat kurus tapi fatty in the inside."
Hipertensi
Hipertensi juga menjadi masalah selanjutnya.
Apa lagi kini penyakit ini sudah banyak diderita oleh orang yang baru berusia 20-an.
Diabetes
Masalah diabetes muncul karena makanan hari ini semakin tinggi kalori dan semakin banyak gula.
"Dan anda tidak mengenal batasnya," kata dr Tan.
Belum lagi soal masalah olahan.
Meski terlihat simpel dan praktis, namun bahan-bahan makanan olahan tersebut tidak diketahui.
"Saya lihat (dalam tayangan) ada worter ada wortel. Begitu sosisnya masuk, lah itu. Sosis bukan makanan yang sehat loh," ungkap dr Tan.
Dari pada menggunakan produk olahan seperti sosis, dr Tan lebih menyarankan untuk menggantinya dengan ayam yang dimasak sendiri.
(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)