Breaking News:

Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin: Angka Tertinggi Penderita Tumor Otak adalah Pada Masa Awal Kehidupan

Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS sebut jika tumor otak bisa mengganggu fungsi bicara, melihat, gerak hingga berpikir penderita.

aceh.tribunnews.com
Ilustrasi penderita tumor otak, Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS sarankan untuk segera melakukan pemeriksaan 

TRIBUNHEALTH.COM - Rata-rata jumlah pengidap tumor otak adalah 10 orang setiap 100.000 jumlah populasi penduduk.

Angka tertinggi penderita tumor otak adalah pada masa awal kehidupan.

Dokter menuturkan jika pada usia 0 sampai 2 atau 3 tahun pertama, kasus tumor otak adalah 2 kali dibanding usia remaja.

Baca juga: dr. Fariz Nurwidya: Penderita Asma Memiliki Saluran Pernapasan Sensitif Dibandingan Orang Tanpa Asma

Apabila dilihat dari angka kasus tumor otak yang terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun yaitu sekitar 25 orang per 100.000 jumlah populasi penduduk.

"Jadi 2 kali lipat lebih tinggi," pungkasnya.

Ilustrasi penderita tumor otak, Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS lebih banyak terjadi pada usia dibawah 5 tahun
Ilustrasi penderita tumor otak, Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS lebih banyak terjadi pada usia dibawah 5 tahun (kompas.com)

Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Jateng program Rubrik Kita edisi 14 Mei 2021.

Umumnya angka tersebut akan menurun pada usia remaja sampai dewasa muda dan meningkat kembali pada usia tua.

Jika terdapat gangguan salah satu fungsi saraf baik fungsi bicara, fungsi melihat, fungsi gerak maupun fungsi berpikir baiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Baca juga: Ahli Gizi Paparkan Jenis Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

Setelah bertemu dengan dokter, akan ada pemeriksaan untuk memastikan.

Dari pemeriksaan tersebut akan dapat diketahui beberapa hal, antara lain:

Ilustrasi hasil pemeriksaan tumor otak, simak ulasan Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS
Ilustrasi hasil pemeriksaan tumor otak, simak ulasan Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS (Freepik.com)

1. Letak tumor otak

2. Jenis tumor jinak atau ganas

Hal ini lantaran terdapat perbedaan kecepatan pertumbuhan.

3. Tindakan pengobatan

Baca juga: dr. Diana Suganda Sarankan Orangtua untuk Mengontrol Jajanan pada Anak Agar Terhindar dari Diabetes

Karena diperlukan kepastian jenis tumor otak, maka pilihan awalnya selalu tidak ada cara lain kecuali mengangkat tumor tersebut.

Sehingga dokter melakukan operasi tumor otak untuk mengangkat tumor.

Operasi dilakukan dengan cara membuka tengkorak penderita, namun hal ini juga tergantung dari letak tumor tersebut.

Dokter menambahkan jika adanya desakan akibat tumor bisa menyebabkan seseorang menjadi buta.

Bahkan setelah tumor di ambil, tidak bisa menyembuhkan kebutaan yang dialami pasien.

Ilustrasi bagian otak manusia, Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS sebut jika otak memiliki peran penting
Ilustrasi bagian otak manusia, Prof. Dr. dr. Zainal Mutaqqin, PhD, Sp.BS sebut jika otak memiliki peran penting (health.kompas.com)

Namun setidaknya dengan pengambilan tumor otak tersebut tidak memperparah kondisi dan mengganggu fungsi tubuh yang lain.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved