Breaking News:

Perlunya Memastikan Tubuh Fit Sebelum Berolahraga untuk Menghindari Serangan Jantung

Kesehatan jantung tentu saja harus dijaga dengan berolahraga dan pola hidup yang sehat. Sebelum berolahraga perlu memastikan tubuh dalam keadaan fit.

health.kompas.com
ilustrasi seseorang yang sedang berolahraga 

TRIBUNHEALTH.COM - Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang berpotensi mengancam jiwa dan mengancam siapa saja.

Artinya penyakit jantung yang biasa disebut dengan penyakit orangtua tidak lagi sepenuhnya benar.

Pada prinsipnya serangan jantung bisa terjadi kapan saja, bisa terjadi saat beraktivitas, sedang tidur, terutama dipagi hari.

Yang paling penting, kita memastikan sebelum berolahraga apakah kondisi kesehatan kita fit atau tidak.

Kedua, pastikan bahwa tidak ada resiko kardiovaskular, kencing manis, merokok, hipertensi atau darah tinggi, kolesterol, dan riwayat keluarga.

ilustrasi seseorang yang sedang berolahraga
ilustrasi seseorang yang sedang berolahraga (health.kompas.com)

Baca juga: Pahami Tata Cara Perawatan Veneer Gigi dari drg. Ummi Kalsum, MH.Kes.,Sp.KG

Apabila salah satu penyakit tersebut ada, sebaiknya melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu dengan melakukan uji latih jantung terutama usia-usia 30 tahun.

Pemicu serangan jantung menyebabkan terjadinya plak atau serangan jantung, karena ada faktor resiko dan bakat.

Faktor resiko berhubungan kuat dengan terjadinya penyakit jantung koroner, salah satunya merokok, kencing manis, dan juga hipertensi.

Lalu disusul dislipidemia dan riwayat keluarga.

Jika ada salah satu dari faktor resiko tersebut, diharapkan segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan pembuluh darah aman dengan uji latih jantung.

Baca juga: Cara Deteksi Trombosit yang Rendah dari dr. Lugyanti Sukrisman, SpPD-KHOM

Namun ada beberapa kematian mendadak yang bukan karena faktor resiko tersebut, salah satunya karena ada kelainan gangguan aritmia.

Misalkan dari gambaran EKG terdapat Brugada, yaitu gambar rekaman jantung yang memiliki resiko terjadi ventrikel fibrilasi.

Semua kondisi baik dan tidak ada masalah dengan gangguan listrik jantung, pastikan tubuh kita fit atau tidak.

Kelelahan akan juga menyebabkan memicu terjadinya serangan jantung.

Ada beberapa poin penting bahwa aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas yang endurance tidak konstan bisa memicu terjadinya serangan jantung.

Baca juga: HIV Tidak Menular Lewat Pemakaian Toilet Bersama, Simak Ulasan Medical Sexologist

Aktivitas fisik yang baik adalah yang tidak ada gejolak naik turun intensitasnya yakni dengan aerobik seperti berenang, jalan cepat, dan bersepeda.

Sering terjadi intensitas yang berubah terlalu cepat seperti sepak bola.

Seperti contoh setelah menendang bola, lari lalu berhenti yakni intestitas terlalu tinggi dan tiba-tiba berhenti tentu beresiko jika memang ada bakat.

Saat hendak melakukan olahraga berat, pastikan kondisi jantung aman dengan melakukan pengecekan, terutama uji latih jantung.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan dr. Isman Firdaus. Ketua perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular. Rabu (19/2/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved