Breaking News:

Berbagai Upaya yang Bisa Dilakukan Pria untuk Atasi Disfungsi Ereksi, Senam Kegel hingga Yoga

Disfungsi ereksi merupakan kondisi yang perlu segera diatasi karena bisa mempengaruhi keharmonisan rumah tangga

Kompas.com
ilustrasi gangguan ereksi 

TRIBUNHEALTH.COM - Disfungsi ereksi merupakan gangguan seksual yang bisa dialami oleh seorang pria.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi ketika berhubungan seksual.

Karenanya, disfungsi ereksi bisa mempengaruhi kehidupan berumah tangga.

Pasalnya, pria dengan gangguan ini bisa kesulitan saat berhubungan seksual dengan pasangan.

Sebelum itu dilakukan, ada berbagai cara yang bisa dilakukan, mulai dari olahraga hingga memperbaiki asupan makan, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Healthline.

Senam kegel

Salah satu tips sederhana yang bisa dilakukan adalah senam kegel.

Berdasarkan keterangan Healthline, senam kegel adalah gerakan sederhana yang bisa dilakukan untuk memperkuat otot dasar panggul.

Berikut ini adalah caranya.

  • Identifikasi otot dasar panggul. Untuk melakukan ini, berhentilah buang air kecil di tengah jalan. Otot yang digunakan untuk melakukan ini adalah otot dasar panggul.
  • Sekarang setelah mengetahui di mana letak otot-otot ini, kontraksikan selama 3 detik. Kemudian lepaskan.
  • Ulangi latihan ini 10 hingga 20 kali berturut-turut, tiga kali sehari.
Ilustrasi disfungsi ereksi pada pria
Ilustrasi disfungsi ereksi pada pria (Freepik)

Baca juga: Jenis-jenis Disfungsi Seksual pada Pria, Termasuk Ejakulasi Terbalik yang Bisa Pengaruhi Kesuburan

Baca juga: dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B Paparkan Pengobatan yang Bisa Dilakukan oleh Pria Penderita Hernia

Sebuah studi kecil tahun 2005 membandingkan dua kelompok pria dengan disfungsi ereksi.

2 dari 4 halaman

Kelompok pria pertama melakukan latihan otot dasar panggul secara teratur dengan fisioterapis.

Mereka juga menerima biofeedback dan saran tentang perubahan gaya hidup

Kelompok kedua hanya menerima saran tentang perubahan gaya hidup.

Pria di kelompok pertama melihat fungsi penis mereka meningkat secara signifikan setelah 3 bulan latihan otot dasar panggul secara teratur.

Pria di kelompok kedua melihat sedikit peningkatan setelah 3 bulan.

Selama 3 bulan berikutnya, semua peserta diberikan latihan di rumah untuk dilakukan.

Setelah total 6 bulan berlalu, 40 persen dari semua peserta (termasuk beberapa pria yang termasuk dalam kelompok kedua) telah mendapatkan kembali fungsi ereksi normal.

Sebuah tinjauan literatur tahun 2019 juga menyimpulkan bahwa latihan dasar panggul efektif untuk mengobati disfungsi ereksi dan ejakulasi dini.

Namun, rencana latihan yang ideal (dalam hal kondisi seperti frekuensi dan intensitas) tidak diidentifikasi.

Pada awalnya, mungkin merasa bahwa lebih mudah melakukan Kegel sambil berbaring.

3 dari 4 halaman

Akhirnya, senam ini dapat dilakukan ketika sedang duduk atau berdiri.

Olahraga

ilustrasi orang yang sedang berolahraga
ilustrasi orang yang sedang berolahraga (kompas.com)

Baca juga: Tingkatkan Kekebalan Tubuh Tak Cukup Konsumsi Buah dan Sayur, Perlu Diimbangi Olahraga

Baca juga: Sederet Olahraga Pilihan Pakar untuk Penderita Kolesterol Tinggi, Termasuk Jalan Kaki dan Berenang

Olahraga sedang hingga berat tidak hanya baik untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga dapat meningkatkan aliran darah.

Hal ini memmungkinkan olahraga dapat membantu disfungsi ereksi.
Contohnya termasuk berlari dan berenang.

Disfungsi ereksi sendiri merupakan ketidakmampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi ketika berhubungan seksual, dilansir TribunHealth.com dari Healthline.

Sebuah tinjauan dari 10 studi meneliti efek latihan aerobik pada disfungsi ereksi.

Dari ulasan mereka, peneliti menyimpulkan bahwa 160 menit latihan mingguan selama 6 bulan dapat menyebabkan penurunan masalah ereksi.

Studi lain memeriksa kebugaran fisik dan kadar testosteron pada 87 pria dengan disfungsi ereksi.

Para peneliti menemukan bahwa kadar testosteron berkorelasi negatif dengan kadar lemak tubuh dan lemak perut.

Hal ini menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan testosteron, selain mengurangi lemak tubuh.

4 dari 4 halaman

Sebelum memulai rencana latihan baru, pastikan untuk selalu mendiskusikannya dengan dokter.

Ini sangat penting bagi orang-orang dengan penyakit jantung atau kondisi lain yang mendasarinya, yang dapat diperburuk oleh aktivitas berat.

Yoga

Ilustrasi yoga untuk atasi disfungsi ereksi
Ilustrasi yoga untuk atasi disfungsi ereksi (Pixabay)

Yoga dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.

Karena stres atau kecemasan dapat menyebabkan atau berkontribusi pada disfungsi ereksi, berlatih yoga mungkin merupakan cara yang efektif untuk meredakan gejala maslaah ini.

Faktanya, sebuah penelitian tahun 2010 terhadap 65 pria berusia antara 24 dan 60 tahun menemukan bahwa fungsi seksual meningkat secara signifikan setelah program sesi yoga selama 12 minggu.

Asupan makanan

Disfungsi ereksi sering dikaitkan dengan masalah aliran darah.

Menjaga kesehatan pembuluh darah mungkin bermanfaat dalam mencegah dan mengobati disfungsi ereksi, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Healthline.

Hal ini dapat dicapai dengan membuat pilihan gaya hidup tertentu, seperti makan makanan yang sehat.

Langkah-langkah sederhana berikut ini bisa diambil untuk membantu mengurangi risiko terkena disfungsi ereksi.

  • Fokus pada makan biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan.
  • Batasi konsumsi daging merah, produk susu penuh lemak, dan gula olahan.
  • Minum alkohol dalam jumlah sedang.
  • Beberapa makanan tertentu, dari kakao hingga semangka, dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi.

Pengobatan alami disfungsi ereksi

ilustrasi obat
ilustrasi obat (grid.id)

Baca juga: Nikotin dalam Vape Bisa Picu Gangguan Ereksi, Belum Tentu Lebih Aman dari Rokok

Baca juga: Mengapa Penis Terasa Nyeri saat Ereksi? Begini Tanggapan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Untuk beberapa pria, pengobatan alami dapat membantu mengobati disfungsi ereksi.

Herbal dan suplemen tertentu telah terbukti mengobati disfungsi ereksi, dengan berbagai tingkat keberhasilan.

Herbal tersebut termasuk:

  • Asparagus racemosus
  • Dehidroepiandrosteron (DHEA)
  • Ginseng, seperti ginseng merah Korea
  • L-arginin
  • L-karnitin
  • Yohimbe
  • Horny goat weed dan seng dapat membantu juga.

Bicaralah dengan dokter sebelum membeli obat herbal dan suplemen, dan lanjutkan dengan hati-hati.

Banyak yang tidak diatur, yang berarti mereka mungkin mengandung bahan tambahan yang tidak tercantum pada labelnya.

Selain itu, beberapa suplemen, seperti yohimbe, dikaitkan dengan efek samping yang berpotensi berbahaya.

Dokter mungkin dapat merekomendasikan merek terkemuka juga.

Hindari membeli produk secara online, kecuali dokter telah memastikan bahwa produk tersebut aman.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved