Breaking News:

Pfizer Tengah Pelajari Vaksin untuk Anak di Bawah 5 Tahun, Antisipasi Penularan Delta & Omicron

Anak-anak di bawah 5 tahun menjadi satu-satunya kelompok usia yang belum mendapat vaksin

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Vaksinasi - Petugas medis menunjukkan botol vaksin Covid-19 Pfizer di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNHEALTH.COM - CEO Pfizer, Albert Bourla, menyebut perusahaannya tengah menyelidiki kinerja vaksin untuk anak di bawah lima tahun.

Dia menjelaskan, data mengenai vaksinasi pada kelompok tersebut bisa didapat pada akhir tahun nanti.

"Kami melakukan penelitian pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun dan kemudian kelompok lain pada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun," kata Bourla kepada kepala koresponden Gedung Putih NBC News, Kristen Welker.

"Jadi akhir tahun, awal tahun depan, kalau kita lihat datanya, kita akan tahu lebih banyak," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Memang, saat varian omicron mulai menyebar secara global, ada kekhawatiran tentang risiko bagi anak kecil.

Baca juga: Demi Ciptakan Kekebalan dari Covid-19, Bos Pfizer: Vaksinasi Tahunan Mungkin Diperlukan

Baca juga: Pfizer dan Moderna Tengah Kembangkan Vaksin yang Targetkan Varian Covid-19, Termasuk Omicron

Ilustrasi vaksin pfizer
Ilustrasi vaksin pfizer (Tribunnews.com)

Pada briefing hari Jumat di Afrika Selatan, tempat virus pertama kali diidentifikasi dan infeksi melonjak, seorang ilmuwan terkemuka mengatakan staf medis mulai melihat peningkatan penularan untuk anak-anak di bawah usia 4 tahun.

CEO Moderna Stéphane Bancel, yang bergabung dengan Bourla dalam wawancara bersama di Institut Edward M. Kennedy untuk Senat AS di kampus Universitas Massachusetts Boston, juga mengatakan perusahaannya sedang menguji vaksinnya pada anak-anak, meskipun dia tidak mengatakan kapan data bisa tersedia.

Bulan lalu, Moderna mengumumkan regulator AS menunda keputusan mereka tentang vaksin perusahaan untuk anak berusia 12 hingga 17 tahun.

Pasalnya risiko langka berupa peradangan jantung, yang dikenal sebagai miokarditis, yang telah terlihat pada sejumlah kecil pria muda yang menerima tembakan.

Karenanya, kasus tersebut perlu dipelajari lebih dulu.

Baca juga: Obat Covid-19 Buatan Pfizer Diklaim Bisa Kurangi Potensi Rawat Inap dan Kematian hingga 90 Persen

Baca juga: Efek Samping Booster Pfizer Termasuk Arthralgia, Ahli Tegaskan Manfaat Lebih Besar dari Risikonya

Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021).
Tenaga kesehatan menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer di Sentra Vaksinasi Covid-19 Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Nasional, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/9/2021). (Tribunnews/Jeprima)

"Dengan anak-anak, Anda ingin menurunkan usia dengan sangat lambat ... dan mulai dengan dosis rendah dan kemudian perlahan-lahan meningkatkan tingkat dosis untuk menemukan yang tepat," katanya.

"Jadi butuh sedikit lebih banyak waktu karena keselamatan anak-anak itu dalam studi itu sangat penting bagi kita semua."

Komentar para eksekutif farmasi datang ketika pemerintahan Biden mendesak semua orang Amerika yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Desakan itu diberikan di tengah kekhawatiran tentang varian omicron dan penyebaran varian delta yang sangat menular.

Varian omicron, khususnya, memiliki mutasi yang menunjukkan bahwa ia dapat menghindari perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi atau infeksi alami.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved