Breaking News:

Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, WHO Sebut Kini Benua Biru Jadi Pusat Penularan Virus Corona

Tingginya angka penularan virus corona di Eropa antara lain karena pelonggaran pembatasan sosial

tribunnewswiki.com
ilustrasi virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Pandmei Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir.

Bahkan, Eropa dan Asia Tengah sedang menjadi pusat penyebaran baru virus corona.

Dua wilayah itu tengah menghadapi kematian hingga 500.000 kematian hingga Februari tahun depan, diperkirakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) awal bulan ini, dilansir TribunHealth.com dari Independent, Senin (15/11/2021).

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Vaksinasi yang rendah

Terlepas dari efektivitas vaksin, distribusi tetap rendah di beberapa bagian kawasan, khususnya, kata WHO, di Baltik, Balkan dan Eropa tengah dan timur.

ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19 keliling Polda Metro Jaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2021) malam. Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 keliling di kawasan titik pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna mempercepat target pemerintah menjalankan program vaksinasi Covid-19.
ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19 keliling Polda Metro Jaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2021) malam. Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 keliling di kawasan titik pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna mempercepat target pemerintah menjalankan program vaksinasi Covid-19. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Baca juga: Indonesia Dinyatakan Memiliki Tingkat Penularan Rendah, Jubir Vaksin Ingatkan Varian Baru Covid-19

Baca juga: Sudah Mendapatkan Dua Kali Suntikan Vaksin Covid-19 Bukan Berarti Tidak Akan Terpapar Virus

Masalah ini sebagian karena logistik.

Namun ada pula masalah berupa kurangnya kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap vaksin.

Banyak wilayah di Eropa Tengah dan Timur memiliki tingkat yang sangat rendah, bahkan untuk tempat-tempat yang tak memiliki masalah distribusi.

Bulgaria dan Rumania, keduanya di Uni Eropa, telah memvaksinasi lengkap masing-masing sekitar 23 persen dan 35 persen dari populasi mereka.

Bosnia dan Herzegovina hanya memiliki 21 persen vaksinasi lengkap.

Relaksasi pembatasan

Seorang dokter umum memberikan dosis vaksin AstraZeneca Covid-19 kepada pasien selama kampanye vaksinasi Covid-19 di Ede, Belanda, pada 20 Maret 2021. Beberapa negara Eropa melanjutkan vaksinasi AstraZeneca pada 19 Maret 2021 setelah semua jelas dari regulator UE dan WHO, termasuk Prancis yang sedang mempersiapkan sepertiga dari populasinya untuk memasuki penguncian parsial baru.
Seorang dokter umum memberikan dosis vaksin AstraZeneca Covid-19 kepada pasien selama kampanye vaksinasi Covid-19 di Ede, Belanda, pada 20 Maret 2021. Beberapa negara Eropa melanjutkan vaksinasi AstraZeneca pada 19 Maret 2021 setelah semua jelas dari regulator UE dan WHO, termasuk Prancis yang sedang mempersiapkan sepertiga dari populasinya untuk memasuki penguncian parsial baru. (Piroschka van de Wouw / ANP / AFP)

Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19 dengan Dosis Lebih Kecil, Bagaimana Respon Imun Anak Usia 5-11 Tahun?

Baca juga: Munculnya Reaksi setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Belum Tentu Alergi, Perlu Konsultasi Dokter

Inggris bukan satu-satunya negara di kawasan Eropa yang telah melonggarkan protokol kesehatan.

Ketika memperingatkan Eropa telah muncul kembali sebagai pusat virus, WHO mengeluhkan fakta bahwa tujuh negara telah melonggarkan sikap mereka, meskipun 23 negara lainnya telah “secara bertanggung jawab memperkuat” sikap mereka.

“Pengujian, pelacakan kontak, ventilasi dalam ruangan dan jarak fisik tetap menjadi bagian dari gudang pertahanan kami,” kata badan PBB itu bulan ini.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved