Breaking News:

Mengenal Jenis-jenis Infeksi Kulit di Sekitar Organ Intim yang Penting untuk Diketahui

Sebenarnya tidak sedikit orang yang memiliki keluhan infeksi kulit di sekitar organ intim. Infeksi tersebut disebabkan oleh berbagai macam penyebab.

freepik.com
ilustrasi infeksi kulit disekitar organ intim 

TRIBUNHEALTH.COM - Adanya kelainan pada kelamin tidak berarti infeksi kelamin atau gangguan pada kelamin, tetapi bisa dikarenakan adanya gangguan atau infeksi pada area sekitar organ intim.

Gangguan pada area sekitar organ intim termasuk lipatan paha sampai dengan daerah belakang (pantat hingga anus).

Infeksi pada sekitar organ intim bukan berarti infeksi menular seksual.

Tetapi memang yang berbahaya dan harus dihindari adalah infeksi menular seksual (IMS).

Penyakit kulit pada area kelamin ini lebih ke penyakit-penyakit infeksi yang sering terjadi pada area tersebut.

ilustrasi infeksi kulit disekitar organ intim
ilustrasi infeksi kulit disekitar organ intim (freepik.com)

Baca juga: dr. Nadya: Sinar UV B di Indonesia Mencapai Tingkat 10 dan 11, Baiknya Tak Terpapar Terlalu Lama

Area organ intim atau sekitarnya dalam kondisi sehat tidak berbau, tidak ada bintil-bintil atau bercak merah yang ada di luar bagian dari kelamin, pH kulit normal, untuk wanita pH vagina juga harus normal, dan yang lebih penting tidak ada kelainan atau tidak ada penyakit disekitarnya.

Penyakit infeksi di sekitar kelamin bisa infeksi menular seksual (IMS), dan infeksi diarea sekitar kelamin.

Infeksi menular seksual biasanya berhubungan dengan pola hubungan seksual yang beresiko, misalnya anogenital (lubang keluar dengan genital), orogenital (mulut dengan genital), dan genital-genital tetapi sering berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman ataupun pasangannya yang juga beresiko.

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Sebut Daya Tahan Tubuh Berpengaruh dalam Penularan Demam Berdarah

Infeksi kulit di sekitar kelamin lebih ke infeksi-infeksi yang memang sebenarnya penyakit tersebut timbul pada kulit, bisa pada area badan yang lain tetapi bisa juga timbul di area sekitar kelamin dan sekitarnya, termasuk lipatan paha dan juga pantat.

Infeksi kulit di sekitar kelamin yang paling sering dialami antaralain:

2 dari 4 halaman

- Infeksi jamur

- Infeksi kutu atau parasit

- Infeksi bakteri, dan

- Infeksi virus

Infeksi yang paling sering terjadi adalah infeksi jamur, karena pada area tersebut termasuk daerah yang lembab, dan lipatan.

Baca juga: Menstruasi Satu Bulan Tidak Berhenti, Apa Penyebabnya? Simak Ulasan dr. Henry Jerikho Maruli, Sp.OG

Pada area lipatan bisanya infeksi dimulai dari lipatan paha ataupun lipatan pantat pada area belakang tetapi bisa meluas ke area genital.

Keluhan ini biasanya muncul bercak-bercak merah atau bintik-bintik merah di sekitar area tersebut disertai rasa gatal yang berlebihan.

Terutama ketika berkeringat, rasa gatal tersebut akan semakin parah.

Infeksi jamur khususnya pada perempuan akan terasa tidak nyaman, karena terlihat bercak-bercak kemerahan dan jika sudah mengering berubah warna menjadi kehitaman ataupun di tengah bersih dan pada bagian pinggir-pinggir berwarna kehitaman sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Baca juga: Kenali Dua Jenis Glaukoma, Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen jika Terlambat Ditangani

Pada proses penyembuhan, selain diberikan obat anti jamur juga diberikan obat-obat lain yang menghilangkan bekas-bekas tersebut.

3 dari 4 halaman

Gejala yang timbul berupa rasa gatal dan nyeri meskipun jarang ada yang merasakan nyeri.

Apabila saat gatal digaruk berlebihan akan terasa pedih dan tidak nyaman.

Berikut tips untuk menghindari infeksi kulit disekitar kelamin antara lain:

- Menjaga kelembaban di area genital ataupun sekitarnya.

- Menggunakan pakaian dalam yang menyerap keringat

- Hindari pakaian yang ketat saat mengalami infeksi

Baca juga: Nyeri Haid Berlebihan Bisa Terkait Masalah Kesuburan, dr. Pandji Sadar Pesan Jangan Anggap Enteng

- Apabila harus berkeringat, sangat disarankan untuk segera dikeringkan atau ganti

- Setelah BAB dan buang air kecil dikeringkan dengan tisu atau handuk

Pada infeksi jamur Tinea cruris lebih banyak diderita oleh laki-laki dibandingan perempuan.

Tetapi tidak sedikit juga perempuan yang mengalami infeksi ini, karena infeksi jamur ini rata-rata 70-80% orang pernah mengalaminya.

4 dari 4 halaman

dr. Az Zuhruf mengatakan bahwa infeksi jamur ini tidak berbahaya, karena superfisial atau diibaratkan jamur luar namun bersifat mengganggu.

Selain membuat seseorang merasa tidak nyaman, pada perempuan bekas tersebut akan sangat mengganggu.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung bersama dengan dr. Az Zuhruf Rudhuwan, Sp.KK. Seorang dokter spesialis kulit & kelamin RSUD Demang Sepulau Raya Lampung Tengah dan RS Yukum Medical Center Lampung Tengah. Jumat (2/9/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved