Breaking News:

Kenali Dua Jenis Glaukoma, Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen jika Terlambat Ditangani

Dokter Spesialis Mata menjelaskan lebih jauh mengenai dua jenis penyakit glaukoma yang menyerang mata

kompas.com
ilustrasi pemeriksaan mata 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemeriksaan glaukoma merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Pasalnya glaukoma sendiri merupakan penyakit serius yang berisiko menimbulkan kebutaan.

Dokter menyebut jika glaukoma sudah merusak mata, maka pengelihatan tak bisa dikembalikan.

Hal itu disampaikan oleh Dokter Spesialis Mata, dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM, ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV.

"Jadi kalau kita tahu ada jenis penyakit ini, ada baiknya setiap orang memeriksakan dirinya."

Baca juga: Penyebab dan Cara Deteksi Mata Malas pada Anak, Bisa Disebabkan Penggunaan Gadget?

Baca juga: Pengobatan Penyakit Mata dengan Teknologi Laser, Berikut Ulasan dr. Dyana Theresia Watania, Sp.M

Ilustrasi pemeriksaan mata
Ilustrasi pemeriksaan mata (Freepik.com)

"Apakah mereka punya risiko atau tidak punya resiko, gitu. Jadi apalagi yang punya resiko."

Dengan melakukan deteksi dini, kebutaan masih bisa dihindari.

"Jadi tidak bisa disembuhkan, tapi diharapkan bisa dikontrol," tandasnya.

Dua jenis glaukoma

dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM menjelaskan, glaukoma memang terbagi menjadi dua jenis.

"Ada ada glaukoma primer, glaukoma sekunder," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Glaukoma primer merupakan glaukoma yang diturunkan.

Artinya ada peran genetik dalam jenis ini.

Dengan kata lain, penyebab pasti glaukoma primer tidak diketahui.

Sementara glaukoma kedua adalah glaukoma sekunder.

Baca juga: Luka pada Selaput Bening Mata Dapat Disebabkan oleh Peradangan Kornea

Baca juga: Nyeri Rahang Bisa Picu Sakit pada Area Mata, Ini Penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Ilustrasi mata
Ilustrasi mata (Pixabay.com)

"Yang sekunder ini ada penyakit yang mendasarinya," papar dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM.

Beberapa penyakit yang bisa mendasari antara lain sebagai berikut.

  • Kelainan sistemik
  • Pemakaian obat-obatan jangka panjang
  • Trauma
  • Infeksi
  • Riwayat operasi, dan sebagainya.

"Yang itu adalah glaucoma secondary to other eye condition. Kondisi yang ini di kenali penyebabnya," katanya.

Dengan demikian, untuk mengatasi glaukoma yang terjadi, perlu mengatasi penyebabnya pula.

"Jadi untuk mengatasi glaukomanya harus bersama-sama dengan si penyebabnya juga harus diberesin juga," pungkasnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved