Breaking News:

4 Fakta tentang Leukimia, Tubuh Jadi Lebih Sulit Melawan Infeksi hingga Tes Darah untuk Diagnosis

Leukimia hanya bisa didiagnosis darah melalui tes darah dan tes sumsum tulang belakang

freepik.com
ilustrasi sel darah merah dan putih 

TRIBUNHEALTH.COM - Leukimia atau kanker sel darah putih merupakan penyakit serius.

Kanker ini dimulai di sumsum tulang di mana sel-sel darah berkembang, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Ketika kanker tumbuh, ia dapat mengeluarkan sel-sel darah normal.

Angka pengidap penyakit ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Sebagai contoh, di Amerika Serikat (AS) saja lebih dari 60 ribu orang menderita leukimia setiap tahunnya.

Dihimpun TribunHealth.com dari CNN, berikut ini fakta seputar leukimia.

Baca juga: Apakah Angkak dapat Memperbaiki Trombosit pada Demam Berdarah? Simak Ulasan dr. Tan Shot Yen

Baca juga: Waspada Pendarahan Otak yang Jarang Disadari Penyebabnya, Simak Ulasan dr. Felix Adrian

Ilustrasi sampel darah untuk pemeriksaan leukimia
Ilustrasi sampel darah untuk pemeriksaan leukimia (Pexels)

Ada empat jenis utama leukemia

Jenis utama leukemia adalah leukemia limfoblastik akut (ALL), leukemia myeloid akut (AML), leukemia limfositik kronis (CLL), dan leukemia myeloid kronis (SML).

Leukemia akut tumbuh dengan cepat dan cenderung menimbulkan gejala dengan cepat.

Leukemia kronis biasanya tumbuh lebih lambat dan menyebabkan gejala yang lebih sedikit.

Beberapa leukemia lebih sering terjadi pada anak-anak, sementara yang lain cenderung mempengaruhi orang dewasa.

Mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum gejala leukemia muncul

Ilustrasi demam akibat leukimia
Ilustrasi demam akibat leukimia (kompas.com)

Baca juga: Dokter Sebut Ring yang Dipasang Tidak Bisa Membuat Plak Dalam Pembuluh Darah Menuju Jantung Hilang

Baca juga: 5 Faktor Risiko Leukimia Mieloid Akut, Kelainan Sel Darah Putih Akibat Mutasi DNA

Sel darah putih abnormal atau rendahnya kadar sel darah putih sehat membuat tubuh sulit melawan infeksi.

Gejalanya bisa berupa demam, kedinginan, infeksi yang sering terjadi, dan pembengkakan kelenjar.

Rendahnya tingkat sel darah merah—atau anemia—dapat menyebabkan kelemahan dan kelelahan.

Tingkat trombosit yang rendah dapat menyebabkan mudah berdarah, memar, dan bintik-bintik merah kecil di bawah kulit.

Gejala lain termasuk keringat malam, sakit kepala, nyeri sendi dan tulang, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan gusi bengkak atau berdarah.

Faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko terkena leukemia

Ilustrasi himbauan kepada perokok untuk berhenti merokok
Ilustrasi himbauan kepada perokok untuk berhenti merokok (regional.kompas.com)

Baca juga: Berikut Ini Gejala dan Faktor Risiko Leukimia Myeloid Akut, Salah Satunya Sering Mimisan

Baca juga: Sederet Tanda Tingginya Kadar Kolesterol Darah, Bisa Dilihat dari Kondisi Kaki

Siapa pun bisa terkena leukemia, tetapi risikonya lebih besar pada laki-laki, orang berkulit putih, dan lebih tua dari 55 tahun.

Faktor risiko lain termasuk merokok, menjalani kemoterapi kanker, paparan radiasi, dan paparan bahan kimia benzena, yang ditemukan di pabrik kimia dan industri bensin.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved