Breaking News:

Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito Ungkap Proses Panjang dalam Menentukan Hasil Tes Covid-19 RT-PCR

Berikut ini simak informasi dari satgas mengenai proses panjang dalam menentukan hasil tes Covid-19 RT-PCR.

Freepik.com
Ilustrasi test Covid-19-simak informasi dari S atgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengenai proses panjang dalam menentukan hasil tes Covid-19 RT-PCR. 

TRIBUNHEALTH.COM - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa terdapat proses cukup panjang dalam suatu hasil tes Covid-19 RT-PCR.

Begitu pula dengan durasi keluarnya hasil tes dalam waktu 1x24 jam yang mengacu SE Satgas No. 21 Tahun 2021 beserta Addendumnya.

"Hal ini diakibatkan karena prosesnya yang cukup panjang dari mulai pengambilan sampel, distribusi ke laboratorium."

"Sampai tahapan ekstraksi dan perbanyakan materi genetik untuk dapat mengetahui CT Valuenya," ujar Wiku dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi covid19.go.id.

Baca juga: Pakar Ingatkan Anak-anak Bisa Tertular Covid-19, Berisiko Kembangkan Sindrom Peradangan Multisistem

ILUSTRASI Covid-19 - FOTO: Ratusan pengemudi ojol mengikuti swab test gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Banten, di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Jumat (17/7/2020). Mereka sangat antusias mengikuti acara tersebut untuk memastikan kesehatan para ojol ini bebas dari Covid-19.
ILUSTRASI Covid-19 - FOTO: Ratusan pengemudi ojol mengikuti swab test gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Banten, di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Jumat (17/7/2020). Mereka sangat antusias mengikuti acara tersebut untuk memastikan kesehatan para ojol ini bebas dari Covid-19. (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi durasi keluarnya hasil diagnostik.

Seperti dipengaruhi proses pengambilan sampel, maupun antrian orang yang di tes.

Baca juga: Ilmuwan Oxford Dikabarkan Mulai Modifikasi Vaksin Corona, Bakal Targetkan Varian Delta Secara Khusus

"Sehingga tidak menutup kemungkinan hasil tes dapat keluar lebih cepat," imbuhnya.

Karena itu masyarakat dimohon dapat mematuhi aturan mobilitas ini.

Ia pun juga menghimbau kepada laboratorium diagnostik Covid-19, agar dapat mendukung kegiatan masyarakat.

Baca juga: Menyambut Periode Libur Nataru, Pemerintah Siapkan Kebijakan untuk Mencegah Kenaikan Kasus Covid-19

Petugas kesehatan melakukan aktivitas di ruang ekstraksi laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR itu untuk melakukan uji laboratorium virus corona (Covid-19) melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes per hari.
Petugas kesehatan melakukan aktivitas di ruang ekstraksi laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR itu untuk melakukan uji laboratorium virus corona (Covid-19) melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes per hari. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca juga: Satgas Imbau Masyarakat Memahami Faktor Penyebab Lonjakan Agar Terhindar Gelombang Baru Covid-19

Caranya dengan mengoptimalkan operasional laboratorium dengan sumber daya yang memadai dan berkualitas.

Saat ini, Wiku menambahkan, bahwa aturan mobilitas yang ditetapkan adalah bentuk upaya Pemerintah agar masyarakat tetap berhati-hati beraktivitas produktif di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara menetapkan kewajiban testing PCR yang diakui menjadi metode testing paling sensitif.

Baca juga: Obat Antidepresan Ini Mampu Cegah Rawat Inap Akibat Covid-19, Ilmuwan: Masih Perlu Penelitian Lanjut

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved