Breaking News:

Pakar Ingatkan Anak-anak Bisa Tertular Covid-19, Berisiko Kembangkan Sindrom Peradangan Multisistem

Sindrom ini berupa peradangan yang terjadi pada beberapa organ vital sekaligus, berbahaya jika tak ditangani

Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI. Covid-19 pada anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Seiring banyaknya orang dewasa yang divaksinasi, virus corona justru banyak menginfeksi anak-anak.

Apa lagi pada awal pandemi sempat ada kepercayaan bahwa Covid-19 hanya berbahaya bagi orang dewasa.

Virus ini diyakini tak akan menimbulkan efek yang berarti pada anak-anak, dilansir TribunHealth.com dari CNN, Senin (1/11/2021).

Seorang pakar kesehatan menyebut hal ini telah membuai orangtua di seluruh dunia.

Akibatnya banyak anak yang terpapar Covid-19 dan bahkan mengembangkan komplikasi.

"Saya pikir kita telah terbuai oleh pemikiran bahwa pandemi ini lebih buruk bagi orang dewasa dengan penyakit penyerta," kata Dr. Emanuel Walter Jr, kepala medis Duke Human Vaccine Institute.

Baca juga: Obat Antidepresan Ini Mampu Cegah Rawat Inap Akibat Covid-19, Ilmuwan: Masih Perlu Penelitian Lanjut

Baca juga: dr. Edward Pertegas Bahwa Semua Usia Berpeluang Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020)
Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020) (Tribun Bali/Rizal Fanany)

“Perlu kita sadari bahwa dengan lonjakan (varian) Delta saat ini, anak-anak sekarang menyumbang sekitar 25% dari kasus Covid-19 yang dilaporkan."

"Ketika saya terakhir melihat, ada hampir 750 kematian akibat Covid-19 pada anak di bawah usia 18 tahun -- 160 kematian pada kelompok usia ini antara 5 dan 11 tahun."

"Itu lebih banyak kematian daripada yang terjadi karena influenza pada tahun-tahun biasa."

Selain itu, tambah Walter, ada komplikasi yang didapat anak-anak dari Covid-19.

"Anak-anak dapat mengalami kondisi ini di mana mereka mengalami peradangan di beberapa organ dalam tubuh mereka - jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, usus."

Baca juga: Tak Lazim, Ilmuwan Mulai Kembangkan Obat Covid-19 dari Racun Kalajengking Mematikan

Baca juga: Usman Kansong Ingatkan untuk Disiplin Melaksanakan Protokol Kesehatan Selama Pandemi COVID-19

Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah.
Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

"Ini disebut sindrom peradangan multisistem masa kanak-kanak (MIS-C) dan itu membuat anak-anak sakit parah."

"Ada sekitar 5.000 atau lebih kasus (MIS-C) dengan 46 kematian."

Ada juga potensi efek jangka panjang dari Covid-19 pada anak-anak, seperti halnya pada orang dewasa, tambah Walter.

Alasan yang sangat penting mengapa kita harus memvaksinasi anak-anak sekarang, tambah Walter, adalah "untuk memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk menjadi anak-anak."

"Biarkan mereka melakukan semua hal dengan nyaman yang perlu dilakukan anak-anak."

Baca juga: Meski Sudah Negatif Covid-19, Anak Tetap Bisa Alami Sindrom Peradangan Multisistem, Apa Itu?

Baca juga: Jangan Lengah, Ini 5 Langkah Menghadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

ilustrasi vaksin Covid-19
ilustrasi vaksin Covid-19 (kompas.com)

"Saran saya kepada orang tua, ini adalah cara terbaik untuk melindungi anak Anda dari penyakit serius dan kemungkinan kematian akibat Covid ... buat mereka divaksinasi," kata Walter.

"Ini adalah alat terbaik yang kami miliki. Dengan segala cara saya akan merekomendasikan dan menyarankan mereka mendapatkan vaksin."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved