Breaking News:

Tak Lazim, Ilmuwan Mulai Kembangkan Obat Covid-19 dari Racun Kalajengking Mematikan

Dikenal mematikan, racun kalajengking berpotensi menjadi obat virus corona baru

Pixabay
Ilustrasi racun kalajengking dikembangkan untuk lawan virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Para ilmuwan menemukan, racun kalajengking yang mematikan dapat membantu mengalahkan varian covid baru.

Racun kalajengking memang telah digunakan dalam pengobatan tradisional di seluruh dunia, dilansir TribunHealth.com dari Independent, Selasa (26/10/2021).

Tetapi sekarang para peneliti di University of Aberdeen telah menemukan "koktail yang menarik" dari racun yang terkandung dalam sengatan kalajengking yang dapat memerangi varian virus corona.

Kalajengking dikumpulkan dari gurun Mesir dan diperah sebelum dilepaskan kembali ke habitat aslinya.

Racun mereka mengandung peptida, banyak di antaranya adalah neurotoksin kuat dan berpotensi fatal.

Baca juga: Sonny Harmadi: Melandainya Kasus COVID-19 Jangan Sampai Membuat Kita Abai Protokol Kesehatan

Baca juga: Usman Kansong Ingatkan untuk Disiplin Melaksanakan Protokol Kesehatan Selama Pandemi COVID-19

Ilustrasi test Covid-19.
Ilustrasi test Covid-19. (Freepik.com)

Tetapi mereka juga memiliki kualitas antibakteri dan antivirus yang kuat dan dianggap melindungi kelenjar berbisa hewan dari infeksi.

Peptida inilah yang diyakini para ilmuwan dapat berfungsi sebagai titik awal yang baik untuk merancang obat anti-virus corona baru.

Proyek ini didukung oleh Global Challenges Research Fund dan dipimpin oleh Dr Wael Houssen, peneliti senior di Institute of Medical Sciences di University of Aberdeen, dan Mohamed Abdel-Rahman, Profesor Toxinology dan Fisiologi Molekuler di Departemen Zoologi, Fakultas Sains di Universitas Terusan Suez.

Dr Houssen mengatakan: “Studi tentang racun kalajengking sebagai sumber obat baru adalah bidang yang menarik dan produktif yang layak untuk diselidiki lebih lanjut."

Baca juga: Jangan Lengah, Ini 5 Langkah Menghadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Baca juga: Munculnya Reaksi setelah Disuntik Vaksin Covid-19 Belum Tentu Alergi, Perlu Konsultasi Dokter

Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020)
Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020) (Tribun Bali/Rizal Fanany)

“Kami telah melihat bahwa racun ini mengandung peptida bioaktif yang sangat kuat, dan kami percaya bahwa masih banyak lagi yang menunggu penemuan.”

Profesor Abdel-Rahman mengatakan: “Beberapa spesies kalajengking termasuk yang paling beracun di dunia tersebar luas di Mesir.

"Racun mereka belum sepenuhnya dipelajari dan mungkin merupakan sumber obat baru yang tidak lazim."

Mereka sekarang akan mengekstrak bahan kimia yang berguna dari racun dan mengeksplorasi potensi penggunaannya untuk melawan Covid.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved